Magetan, IDN Times - Kabupaten Magetan meningkatkan kewaspadaan setelah muncul dugaan kasus campak di tengah merebaknya penyakit tersebut di sejumlah wilayah Indonesia. Hingga awal Maret 2026, Dinas Kesehatan setempat mencatat ada 10 orang berstatus suspek campak yang tersebar di delapan kecamatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Magetan, Suwantyo, mengatakan bahwa hingga pekan ke-9 tahun 2026 belum ada kasus positif yang terkonfirmasi. Namun, pihaknya tetap melakukan pemantauan ketat terhadap para suspek.
“Di Indonesia memang sedang merebak virus campak. Untuk Magetan sendiri sampai saat ini belum ditemukan kasus positif, tetapi ada 10 orang yang berstatus suspek dari berbagai kelompok usia,” ujar Suwantyo, Kamis (12/3/2026).
Menurut Suwantyo, para suspek saat ini dipantau langsung oleh Puskesmas di wilayah masing-masing. Untuk memastikan diagnosis, sampel darah mereka sudah diambil dan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Langkah ini dilakukan guna memastikan apakah keluhan kesehatan yang dialami benar-benar disebabkan oleh virus campak atau penyakit lain yang memiliki gejala serupa.
Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap campak sebagai penyakit ringan. Dalam sejumlah kasus, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak atau orang dengan daya tahan tubuh lemah.
Komplikasi tersebut di antaranya radang paru (pneumonia) hingga radang otak (ensefalitis) yang dapat membahayakan kesehatan.
Data tahun sebelumnya menunjukkan potensi penyebaran penyakit ini masih perlu diwaspadai. Sepanjang 2025, Dinkes Magetan mencatat 43 suspek campak, dengan 3 kasus di antaranya dinyatakan positif.
Meski upaya pencegahan terus dilakukan, Dinas Kesehatan mengakui masih ada sebagian masyarakat yang menolak imunisasi campak. Alasan penolakan tersebut umumnya dipicu ketakutan yang tidak berdasar atau faktor kepercayaan tertentu.
Untuk mengatasi hal itu, pemerintah daerah berencana memperbanyak sosialisasi melalui penyebaran flyer, edukasi kesehatan, serta imbauan penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Menjelang momentum Idulfitri, Dinkes juga meningkatkan kewaspadaan. Mobilitas dan pertemuan masyarakat yang meningkat saat lebaran berpotensi mempercepat penularan virus campak yang menyebar melalui udara.
Karena itu, masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk, pilek, demam, dan muncul ruam diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Kalau merasakan keluhan yang mengarah ke campak, sebaiknya segera periksa ke layanan kesehatan terdekat agar bisa ditangani sejak dini,” pungkas Suwantyo.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Waspada! 10 Suspek Campak Terdeteksi di Kabupaten Magetan

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Magetan, Suwantyo. IDN Times/Riyanto.
Take a Deeper Read
Curated For You
- Saujana Para Puan di Tepi Rel: Menyemai Koperasi, Menuai Ekonomi20 Oct 2026, 09:20 WIB
- Puluhan Balita di Tulungagung Suspek Campak, 1 Pasien Positif11 Mar 2026, 20:41 WIB
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
Editorial Team
EditorFaiz Nashrillah
Related Article
Sosok Ibu di Ponorogo yang Meninggal di Atas Motor Dikenal Tangguh20 Oct 2026, 17:14 WIB
360 Biro Travel di Jatim Diawasi untuk Cegah Penipuan Haji20 Oct 2026, 16:07 WIB
Bandara Dhoho Kediri Siap Layani 10.600 Jemaah Haji pada 202720 Oct 2026, 15:59 WIB
Satu Korban Karhutla Bromo Masih Dirawat Intensif di RSUD Dr Soetomo 20 Oct 2026, 14:46 WIB
Viral, Balita Temani Ibu Meninggal di atas Motor, Begini Kronologinya20 Oct 2026, 14:43 WIB
Jadwal Persebaya Mepet, Badai Cedera Mengintai!20 Oct 2026, 14:00 WIB
Robot Terapi Stroke ITS: AI Bantu Susun Latihan Pasien20 Oct 2026, 12:41 WIB
Karhutla Arjuno-Welirang Merembet ke Kebun Warga20 Oct 2026, 12:39 WIB
Yucca Card, Inovasi UNO Inklusif Karya Alumni Universitas Ciputra20 Oct 2026, 12:35 WIB
Info Bocoran Bus Trans Jatim 2027: Bakal Ada di Pasuruan dan Jombang20 Oct 2026, 11:52 WIB
Ultah ke-62, Golkar Jatim Rayakan Elektabilitas 3 Besar20 Oct 2026, 11:32 WIB
Hangatnya Kepedulian untuk Lansia dan Anak Istimewa di Surabaya20 Oct 2026, 10:54 WIB
Wagub Emil Tegas! Tunggakan Komite Tak Boleh Sandera Ijazah Murid20 Oct 2026, 10:52 WIB
Layanan Puskesmas di Surabaya Terapkan Standar RS pada 202720 Oct 2026, 10:50 WIB
Eri Cahyadi Minta Orang Tua Awasi Anak Usai Kasus Perundungan Brujung Maut20 Oct 2026, 10:48 WIB
Saujana Para Puan di Tepi Rel: Menyemai Koperasi, Menuai Ekonomi20 Oct 2026, 09:20 WIB
SPBU yang Kritis BBM di Jatim di Bawah 10 Persen20 Oct 2026, 09:08 WIB
Stok Biosolar Jatim Tersisa 6 Hari, Hari Ini Ditambah 20 Ribu KL20 Oct 2026, 09:06 WIB
Satu Pelaku Perundungan Anak DS di Surabaya Dikirim ke Pesantren20 Oct 2026, 09:04 WIB
Karhutla Gunung Arjuno Meluas hingga Wilayah Kota Batu20 Oct 2026, 05:28 WIB