Jember, IDN Times - Kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sempat diterapkan Pemerintah Kabupaten Jember pada 16 dan 19 Oktober 2026 di tengah kendala distribusi bahan bakar minyak (BBM). Langkah sementara itu diambil untuk merespons situasi yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan pelayanan pemerintahan. Kini, pasokan BBM di Jember telah kembali pulih dan ASN kembali bekerja normal.
Dalam wawancara khusus (wansus) bersama IDN Times, Bupati Jember Muhammad Fawait alias Gus Fawait menjelaskan upaya pemulihan pasokan, pentingnya koordinasi dengan Pertamina dan pemerintah pusat, hingga rencana mendorong jalur distribusi alternatif agar persoalan serupa tidak kembali menghambat mobilitas warga dan roda perekonomian Jember.
Berikut ini petikan wawancara seputar strategi kepala daerah yang akrab disapa Gus Fawait ini:
Beberapa waktu lalu Pemkab Jember menerapkan WFH bagi ASN pada 16 dan 19 Oktober 2026 di tengah persoalan distribusi BBM. Apa yang ingin dicapai melalui kebijakan Anda?
Yang paling utama bagi kami adalah memastikan situasi tetap terkendali dan aktivitas masyarakat bisa terus berjalan. Ketika ada kendala distribusi BBM, pemerintah daerah tentu harus merespons situasi dengan langkah yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
WFH menjadi salah satu langkah sementara yang kami terapkan saat itu. Alhamdulillah, kondisi sekarang sudah kembali pulih. Ketersediaan BBM di Jember aman dan terkendali, sehingga ASN juga sudah kembali bekerja seperti biasa.
Bagaimana Anda melihat isu kelangkaan BBM ini?
Persoalan ini tidak hanya dialami Jember. Kita melihat bahwa kendala pasokan dan distribusi energi juga menjadi tantangan di berbagai wilayah Indonesia, bahkan dalam skala global.
Karena itu, kita harus melihat persoalan ini secara proporsional. Ada aspek distribusi dan logistik yang perlu diselesaikan bersama. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pertamina menjadi sangat penting.
Jember sendiri sudah memiliki pengalaman menghadapi situasi krisis energi serupa sebanyak empat kali. Pengalaman tersebut mengajarkan kepada kami pentingnya bergerak cepat, menjaga kekompakan, dan memperkuat koordinasi agar pemulihan bisa berlangsung secepat mungkin.
Bagaimana perkembangan terbaru pasokan BBM di Jember setelah kebijakan WFH diterapkan?
Alhamdulillah, kondisi ketersediaan BBM di Jember sekarang sudah aman dan kembali pulih. Karena situasi sudah membaik, ASN juga tidak lagi menjalankan WFH.
Kami tentu bersyukur atas perkembangan ini. Harapannya, masyarakat bisa kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang, termasuk para pekerja, pelaku usaha, pengemudi angkutan, dan masyarakat yang membutuhkan BBM untuk mencari nafkah.
Menurut Anda, sejauh mana peran Pertamina dalam memulihkan pasokan BBM di Jember?
Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pertamina serta Presiden Prabowo Subianto atas langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatasi hambatan distribusi energi.
Dari informasi yang kami terima, penyaluran BBM di Jember juga ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa penyaluran yang dalam kondisi normal rata-rata sekitar 570 kiloliter per hari ditingkatkan menjadi sekitar 680 kiloliter, bahkan dalam kondisi tertentu bisa mencapai 700 kiloliter per hari.
Ini menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pihak yang bertanggung jawab atas distribusi energi. Ketika semua bergerak bersama, penanganan persoalan bisa dilakukan dengan lebih baik.
Langkah apa yang Anda siapkan agar persoalan serupa tidak kembali mengganggu aktivitas masyarakat?
Kami ingin memastikan koordinasi yang sudah berjalan bisa terus diperkuat. Pengalaman kemarin menjadi pelajaran bahwa kelancaran distribusi energi sangat penting bagi kehidupan masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah.
Salah satu hal yang kami dorong adalah tersedianya alternatif jalur pasokan apabila terjadi hambatan logistik menuju Jember. Kami berharap distribusi tidak hanya bertumpu pada satu titik di Banyuwangi, tetapi juga memungkinkan pasokan dari wilayah lain, seperti Surabaya, jika kondisi membutuhkan.
Dengan begitu, apabila suatu saat terjadi kendala pada jalur tertentu, ada alternatif yang bisa dipertimbangkan. Prinsipnya, kami ingin mengantisipasi masalah sedini mungkin melalui koordinasi yang baik dengan Pertamina dan pemerintah pusat.
Mengapa diversifikasi jalur distribusi BBM dari wilayah lain, termasuk Surabaya, dinilai penting bagi Jember?
Bagi kami, yang terpenting adalah memastikan pasokan energi ke Jember tetap terjaga. Dalam distribusi, hambatan logistik bisa memengaruhi kelancaran pasokan. Karena itu, perlu ada pembahasan mengenai alternatif jalur yang bisa digunakan ketika jalur utama mengalami kendala.
Kami mendorong Pertamina agar opsi pasokan dari wilayah lain, termasuk Surabaya, dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan kondisi distribusi. Tentu pelaksanaannya perlu dikoordinasikan dengan pihak Pertamina sebagai pihak yang memahami teknis penyaluran dan ketersediaan pasokan.
Pemerintah daerah akan terus mendorong komunikasi dan koordinasi agar kebutuhan masyarakat Jember tetap menjadi perhatian.
Setelah kondisi BBM dinyatakan pulih, apakah Pemkab Jember masih akan menerapkan kebijakan WFH bagi ASN?
Untuk saat ini, ASN sudah kembali bekerja seperti biasa dan tidak lagi menjalankan WFH. Kebijakan sebelumnya merupakan langkah sementara ketika situasi distribusi BBM sedang menghadapi kendala.
Ketika kondisi sudah membaik, aktivitas pemerintahan kembali berjalan normal. Bagi kami, yang terpenting adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan pemerintah daerah bisa terus menjalankan tugasnya secara optimal.
Apa pesan Anda kepada masyarakat Jember yang sempat terdampak antrean dan kesulitan mendapatkan BBM?
Kami memahami bahwa BBM sangat penting bagi masyarakat, terutama mereka yang menggunakan kendaraan untuk bekerja, berdagang, mengangkut barang, maupun menjalankan usaha sehari-hari. Karena itu, ketika distribusi mengalami kendala, dampaknya tentu bisa dirasakan oleh banyak pihak.
Alhamdulillah, kondisi pasokan di Jember sekarang sudah kembali pulih. Kami berharap masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan tenang. Kami juga mengajak semua pihak untuk menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan penyalahgunaan yang bisa merugikan masyarakat luas.
Pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi dengan Pertamina dan pemerintah pusat. Kami ingin memastikan bahwa apabila ada kendala di kemudian hari, langkah antisipasi bisa dibicarakan dan dilakukan bersama.
Pelajaran terpenting apa yang Anda ambil dari persoalan distribusi BBM yang baru saja dialami Jember?
Pelajaran terpentingnya adalah pentingnya kekompakan dan koordinasi. Jember sudah beberapa kali menghadapi situasi serupa, dan pengalaman itu mengajarkan bahwa persoalan yang menyangkut kebutuhan masyarakat harus ditangani bersama-sama.
Pemerintah daerah perlu terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat dan Pertamina. Kita juga harus memikirkan langkah antisipasi, termasuk kemungkinan jalur distribusi alternatif jika terjadi hambatan logistik.
Tujuan akhirnya sederhana: kebutuhan masyarakat harus tetap menjadi prioritas, aktivitas ekonomi harus bisa berjalan, dan pemerintah harus hadir untuk membantu mencari solusi ketika muncul persoalan.
Apa harapan Anda agar pemulihan pasokan BBM ini bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian Jember?
Kami berharap kondisi yang sudah pulih ini bisa terus terjaga sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal. Pasokan energi yang lancar sangat penting, bukan hanya untuk mobilitas, tetapi juga untuk mendukung kegiatan usaha dan roda perekonomian.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina dan pemerintah pusat atas dukungan dalam menangani persoalan ini. Ke depan, koordinasi akan terus kami perkuat agar Jember lebih siap menghadapi kemungkinan gangguan distribusi.
Kami juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan energi secara bijak. Jangan sampai penyalahgunaan energi justru merugikan orang banyak. Kalau pemerintah, penyedia energi, dan masyarakat bisa menjalankan perannya masing-masing, kita berharap kebutuhan energi di Jember bisa terus terjaga dengan baik.
![[WANSUS] Menyingkap Jurus Gus Fawait Atasi Kelangkaan Energi di Jember](https://image.idntimes.com/post/20261023/img-20261022-wa0119_61a88d0d-c177-41ae-9323-f55e9b52d6be_watermarked_idntimes-1.jpg)