Magetan, IDN Times – Kasus tuberkulosis (TBC) pada anak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menjadi perhatian serius. Hingga Mei 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan mencatat sebanyak 89 anak terkonfirmasi positif TBC. Dari jumlah tersebut, 66 anak di antaranya masih berusia balita.
Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Magetan, Agoes Yudi Purnomo, mengatakan mayoritas kasus TBC anak terjadi akibat penularan dari lingkungan terdekat, terutama keluarga serumah.
“ Hingga bulan Mei 2026 ini tercatat ada 89 anak positif TBC, 66 di antaranya masih balita. Mereka tidak mungkin mendapatkan paparan jauh dari rumah. Mayoritas tertular dari orang terdekat,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Agoes menjelaskan, tingginya kasus TBC anak membuat pemerintah kini memperkuat investigasi kontak atau pelacakan terhadap keluarga pasien. Setiap anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TBC diwajibkan menjalani pemeriksaan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apakah seseorang sudah mengalami sakit TBC aktif atau baru sebatas infeksi laten yang belum menimbulkan gejala.
Menurutnya, TBC pada anak sering kali sulit terdeteksi sejak awal karena gejalanya tidak selalu muncul secara jelas. Karena itu, deteksi dini menjadi kunci penting untuk mencegah kondisi semakin parah.
Untuk mempercepat penanganan, Dinkes Magetan kini mulai memperkuat fasilitas pemeriksaan di berbagai kecamatan. Sejumlah alat modern disiapkan guna membantu proses identifikasi suspect TBC lebih cepat.
Mulai dari tes swab berbasis point of care, alat PCR di puskesmas dan laboratorium kesehatan daerah, hingga layanan rontgen portable bantuan Kementerian Kesehatan kini sudah digunakan.
“Sekarang cukup swab di lidah, bisa diketahui positif atau tidak. Kalau hasil awal negatif tapi masih dicurigai, dilanjutkan pemeriksaan rontgen,” jelas Agoes.
Kasus TBC anak di Magetan sebenarnya sudah tinggi sejak tahun lalu. Pada 2025, tercatat ada 176 kasus TBC anak, dengan 121 kasus menyerang balita.
Menurut Agoes, angka tersebut menjadi alarm serius agar masyarakat lebih waspada terhadap penularan TBC di lingkungan keluarga. Ia menilai peningkatan angka penemuan kasus justru menunjukkan proses deteksi kini semakin masif.
“Kalau terlambat ditemukan, pengobatannya akan semakin sulit. TBC ini penyakit laten, bisa saja orang terpapar sekarang tapi baru muncul beberapa tahun kemudian saat daya tahan tubuh menurun,” ungkapnya.
Meski jumlah kasus cukup tinggi, Dinkes Magetan menyebut tingkat keberhasilan pengobatan pasien TBC di daerah tersebut sudah berada di atas 90 persen.
Namun demikian, capaian penemuan kasus baru masih belum memenuhi target pemerintah. Hingga Mei 2026, angka penemuan kasus baru TBC di Magetan baru mencapai sekitar 19 persen dari target tahunan.
“Tahun ini target penemuan kasus masih jauh. Baru sekitar 19 persen dari target tahunan,” pungkasnya.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Waduh! 89 Anak di Magetan Positif TBC, Mayoritas Balita

ilustrasi TBC anak atau TB anak (unsplash.com/Vitolda Klein)
Curated For You
- Di Tengah Kemewahan Sekolah Rakyat, Siswa SD di Magetan Masih Belajar di Teras12 Mei 2026, 16:45 WIB
Editorial Team
EditorZumrotul Abidin
Related Article
Massa PSHT akan Gelar Aksi Damai, Tuntut Pembacokan Rekan Mereka30 Jul 2026, 19:33 WIB
Tersangka Kasus Pungli ESDM Bertambah, Pemprov Jatim Benahi Sistem 30 Jul 2026, 16:18 WIB
Ratusan Website Sekolah - Instansi Pemerintah Diretas buat Judol30 Jul 2026, 12:30 WIB
Tak Betah Aturan Asrama, Sejumlah Murid Sekolah Rakyat Keluar30 Jul 2026, 12:22 WIB
Detik-detik Motor Masuk Sungai, Remaja 14 Tahun Lolos dari Maut30 Jul 2026, 12:08 WIB
2 Petugas DLH Surabaya Terbukti Pungli Pedagang, 1 Langsung Dipecat30 Jul 2026, 11:58 WIB
Perisai Anak Resmi Diluncurkan, Jatim Perangi Ancaman Digital30 Jul 2026, 09:15 WIB
218.985 KK Tak Terlacak, Warga Surabaya Ngekos Wajib Perbarui Alamat 29 Jul 2026, 19:21 WIB
8 Wisata Bukit di Jawa Timur Ini Punya Pemandangan Super Keren29 Jul 2026, 16:48 WIB
Bentrok DC vs Jukir di Surabaya Dipicu Tarik Mobil, 1 Orang Tersangka29 Jul 2026, 16:06 WIB
Anyer-Panarukan Segera Disulap Jadi Koridor Wisata Nasional29 Jul 2026, 15:54 WIB
Ratusan Anak Surabaya Tulis Surat untuk Prabowo, Kritik MBG-Pendidikan29 Jul 2026, 15:52 WIB
Realisasi Bus Trans Jatim Malang Raya II Terancam Molor Gegara Ini!29 Jul 2026, 15:46 WIB
Salah Injak Gas, Mobil Terjang Lapak Pasar di Magetan29 Jul 2026, 15:10 WIB
Jombang Steril dari Sound Horeg dan Karnaval Selama Muktamar NU29 Jul 2026, 13:04 WIB
Peluang Tersangka Baru Kasus Pungli ESDM, Pemohon Izin Jadi Korban29 Jul 2026, 12:41 WIB
Kejati Jatim Periksa 7 Saksi Kasus Korupsi KBS, Peluang Tersangka Baru29 Jul 2026, 12:14 WIB
833 Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Diminta Tak Ragu Tindak Tegas SPPG29 Jul 2026, 11:58 WIB
Pencuri Kursi dan Pemetik Bunga Makin Marak, Surabaya Siapkan Sanksi29 Jul 2026, 11:25 WIB
Menteri Pariwisata Puji Desa Kemiren Banyuwangi Binaan PT Astra29 Jul 2026, 10:42 WIB