Viral Upaya Perampokan di Malang, Diduga Pelaku WNA

Malang, IDN Times - Media sosial dihebohkan oleh upaya perampokan yang diduga dilakukan Warga Negara Asing (WNA) di Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Kejadian ini menjadi viral setelah video CCTV detik-detik upaya perampokan diposting akun Instagram @malangraya_info dengan 226 ribu penonton, mendapatkan 3.978 like, 132 komentar, dan 389 kali dibagikan.
1. Polisi ceritakan kronologi upaya perampokan yang diduga dilakukan WNA

Kasihumas Polres Malang, AKP Ponsen Dadang Martianto menceritakan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (6/2/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban bernama Pitoyo yang merupakan seorang pedagang telur puyuh. Saat kejadian ia tiba-tiba didatangi oleh 4 pria tak dikenal yang berpura-pura menjadi pembeli.
Salah satu pelaku kemudian masuk ke dalam rumah korban dengan alasan ingin menukar uang. Saat korban mengambil uang kembalian di dalam kamar, pelaku justru berusaha mengambil uang tunai sebesar Rp8 juta yang disimpan di kasur.
"Korban mengatakan kalau dia langsung berusaha merebut tas milik pelaku yang berisi uangnya. Teriakan korban membuat para pelaku panik dan melarikan diri menggunakan mobil Toyota Avanza hitam. Salah satu pelaku juga sempat melempar batu ke arah korban sebelum kabur meninggalkan lokasi," terangnya saat dikonfirmasi pada Jumat (7/2/2025).
Dadang mengatakan kalau usai kejadian ini, korban kemudian melapor kejadian ini ke Polsek Gondanglegi. Unit Reskrim Polsek Gondanglegi juga langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan Olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari korban serta saksi.
2. Polisi menemukan bukti-bukti yang mengarah pada pelaku diduga WNA

Di TKP, Dadang menjelaskan kalau petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga milik pelaku. Barang bukti tersebut diantaranya sebuah tas hitam berisi uang dalam berbagai mata uang asing, seperti rupiah, dolar Amerika, dolar Australia, dolar Singapura, rupee Pakistan, dan riyal Arab Saudi.
Polisi juga menemukan sebuah handphone jenis Samsung A30s, dompet hitam, satu sepatu hitam merk Bounder 2.0 yang hanya sebelah kanan. Kemudian beberapa benda yang diduga digunakan dalam aksi kejahatan seperti pecahan batu paving dan balok kayu sepanjang 145 cm.
"Kami menemukan beberapa barang bukti yang mengarah pada dugaan bahwa pelaku merupakan warga negara asing. Mereka juga sempat berbicara menggunakan bahasa asing saat berkomunikasi dengan korban," ungkapnya.
3. Polres Malang berkoordinasi dengan imigrasi untuk melacak para pelaku

Saat ini, Satreskrim Polres Malang juga tengah berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk memastikan identitas dan status keimigrasian mereka. Polres Malang terus melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi dan menangkap para pelaku.
"Penyelidikan masih berlangsung dan tim kami sedang memburu para pelaku yang diperkirakan berjumlah 4 orang. Kami meminta masyarakat tetap tenang dan selalu meningkatkan kewaspadaan," tandasnya.
Dadang juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus kejahatan serupa yang menyasar pemilik usaha kecil. Jika menjadi korban atau saksi, ia minta segera melapor agar bisa segera ditangani.





















