Tulungagung, IDN Times - Beredar foto ASN di Dinas Pertanian Tulungagung berfoto dengan menunjukkan gestur bersama salah seorang Cabup Pilkada. Dalam foto tersebut ASN tersebut berfoto dengan pose jari menunjukkan nomor urut Cabup tersebut. ASN tersebut diketahui merupakan penyuluh pertanian dengan status PPPK. Pihak Dinas sendiri telah melakukan klarifikasi terhadap ASN ini.
Viral, ASN Dinas Pertanian di Tulungagung Berfoto dengan Cabup

1. Pihak Dinas sudah panggil untuk minta keterangan
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Suyatno mengaku sudah mengetahui hal tersebut, pihaknya juga sudah memanggil keduanya untuk dimintai keterangan. Keduanya mengaku menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Mereka juga telah menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi kembali.
"Kamis siang kemarin keduanya sudah kita panggil, kita berikan pembinaan dan mereka menandatangani perjanjian tidak akan mengulangi lagi perbuatannya," ujarnya Senin (21/10/2024).
2. Berdalih mengantar anggota DPR RI
Dari hasil klarifikasi, kedua ASN itu mengaku awalnya hanya mengantarkan beberapa anggota DPR RI dari salah satu Parpol untuk berkunjung ke kediaman Cabup tersebut. Namun ternyata di ruangan tersebut mereka berfoto dan berpose seperti itu. Awalnya keduanya tidak menyangka fotonya bakal menjadi viral. Foto tersebut kemudian diunggah di status WhatsApp oleh Cabup dan menjadi viral. Meski unggahan ini segera di turunkan dan dihapus namun tetap saja foto tersebut menjadi viral. "Pengakuannya seperti itu, hanya mengantarkan kemudian diajak mampir dan berfoto," tuturnya.
3. Sebelumnya sering berinteraksi dengan Partai Politik
Pasca pembinaan kemarin, Suyanto mengaku sudah melaporkan hasilnya kepada PJ Bupati Tulungagung, BKPSDM dan Inspektorat, sebab untuk penentuan sanksinya merupakan kewenangan BKPSDM dan Inspektorat. Sehingga pihaknya hanya sebatas memanggil dan memberikan pembinaan saja. Kedua oknum ASN ini bukan sekali saja mendapatkan pembinaan. Beberapa waktu lalu sebelum masuk tahapan Pilkada, keduanya juga kerap berinteraksi dengan Partai politik, sehingga mendapatkan perhatian publik dan warganet. "Memang sebelumnya sudah dipanggil, namun kan belum masuk tahapan seperti saat ini," pungkasnya.