Surabaya, IDN Times - Sejumlah civitas akademisi, keluarga besar, alumni dan kolega Universitas Airlangga (Unair) bakal mengutarakan kritik kepada Pemerintah Presiden Republik Indonesia Joko "Jokowi" Widodo pada Senin (5/1/2024) di Gedung Pasca Sarjana Kampus Darmawangsa. Hal ini menyusul sejumlah kampus yang juga menyampaikan hal yang sama.
Agenda tersebut berdasarkan poster yang diterima IDN Times. Poster itu berisi, undangan untuk menyatakan sikap bersama dengan tema 'Menjaga Demokrasi, Menegakkan Republik'.
Pengajar Departemen Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair, Arilangga Pribadi membenarkan hal ini. Seruan ini muncul dari civitas akademika Unair dan sejumlah kolega. Agenda tersebut merupakan bentuk pernyataan sikap terhadap berbagai problem etika yang telah melampaui batas terkait dengan penyelenggaran negara.
"Hal ini merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen sebagai kalangan intelektual untuk menegakkan demokrasi dan menjaga Republik," ujar Airlangga kepada IDN Times, Sabtu (3/2/2024).
Setidaknya, bakal ada 82 orang yang ikut serta dalam pernyataan sikap tersebut. Bila memungkinkan, kurang lebih 100 orang akan bergabung.
"Yang bertandatangan saat ini 82 orang akan kita usahakan lebih dari 100 untuk hari Senin," ungkap dia.
Terpisah itu, Rektor Unair, Prof M Nasih mengatakan, pihaknya tidak tahu tentang gerakan tersebut. Menurutnya, Unair sudah sejak tahun lalu telah mendeklarasikan Pemilu bermartabat.
"Saya gak tau. Belum tahu, tapi kita sudah setahun lebih berbicara soal demokrasi bermartabat dan itu kita deklarasikan, jauh hari kita sudah punya sikap, bahwa demokrasi kita harus demokrasi yang bermartabat," ujarnya ditemui di Gedung Airlangga Convention Center (ACC).
