Tes Kesehatan Jadi Syarat Masuk Sekolah Rakyat Madiun

- Sebanyak 200 calon siswa Sekolah Rakyat Madiun menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebagai syarat masuk, guna memastikan kesiapan fisik sebelum mengikuti sistem pendidikan berasrama.
- Kementerian Sosial menyiapkan fasilitas klinik dan tenaga medis di lingkungan sekolah agar layanan kesehatan siswa tetap terjamin selama masa pendidikan berlangsung.
- Dinas Sosial Kabupaten Madiun masih melengkapi kuota 270 kursi siswa dan memastikan MPLS dimulai 31 Juli 2026 setelah pembangunan sekolah selesai.
Madiun, IDN Times – Sebelum resmi memulai pendidikan di Sekolah Rakyat, ratusan calon siswa di Kabupaten Madiun harus melewati satu tahapan penting, yakni pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Langkah ini dilakukan bukan sekadar memenuhi administrasi, melainkan memastikan seluruh peserta didik siap mengikuti sistem pendidikan berasrama yang akan dimulai akhir Juli 2026.
Sebanyak 200 calon siswa menjalani pemeriksaan kesehatan gratis di Gedung Serbaguna Sekolah Rakyat Madiun, Senin (13/7/2026). Pemeriksaan meliputi skrining kesehatan umum, pemeriksaan mata, gigi dan mulut, hingga pengukuran tinggi dan berat badan.
1. Memastikan siswa siap mengikuti pendidikan berasrama

Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial RI, Rachmat Koesnadi, mengatakan pemeriksaan kesehatan menjadi tahapan awal untuk mengetahui kondisi fisik setiap calon siswa sebelum mereka tinggal di asrama dan mengikuti aktivitas belajar yang padat.
"Kita perlu mengetahui kondisi kesehatan mereka sejak awal. Jika dalam pemeriksaan ditemukan anak yang membutuhkan perawatan intensif, mereka akan dirujuk ke rumah sakit terlebih dahulu agar saat MPLS dan pendidikan reguler dimulai, fisik mereka sudah benar-benar siap," ujarnya.
Menurut Rachmat, Kemensos juga menyiapkan masa pemulihan pada 14–31 Juli 2026 bagi calon siswa yang memiliki gangguan kesehatan. Selama periode tersebut, mereka akan mendapatkan penanganan di puskesmas maupun RSUD Kabupaten Madiun.
2. Layanan kesehatan disiapkan selama siswa tinggal di sekolah

Tak hanya melakukan pemeriksaan awal, Kemensos juga menyiapkan fasilitas kesehatan di lingkungan Sekolah Rakyat. Ruang klinik beserta obat-obatan telah disediakan untuk menunjang pelayanan kesehatan siswa.
Pada tahap awal operasional, layanan kesehatan akan didukung tenaga medis dari puskesmas terdekat. Ke depan, sekolah akan dilengkapi dokter dan perawat yang bertugas secara tetap. Selain guru, para siswa nantinya juga mendapat pendampingan dari wali asuh dan wali asrama untuk memastikan kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sehari-hari mereka selama tinggal di lingkungan sekolah dapat terpenuhi.
3. Kuota siswa masih dilengkapi jelang MPLS

Di tengah persiapan tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Madiun masih berupaya memenuhi kuota peserta didik. Dari total 270 kursi yang disediakan Kementerian Sosial untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, hingga kini baru sekitar 190 calon siswa yang terdaftar.
Jenjang SD menjadi yang paling rendah dengan 32 siswa dari target 90 anak. Sementara jenjang SMP telah memenuhi kuota sebanyak 90 siswa, sedangkan SMA baru terisi 85 dari target 90 siswa.
Untuk mendukung operasional tahun pertama, Sekolah Rakyat Madiun juga akan menerima sementara 90 siswa asal Kabupaten Ponorogo karena sekolah serupa di daerah tersebut masih dalam tahap pembangunan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi, memastikan MPLS akan dimulai pada 31 Juli 2026 sesuai hasil koordinasi dengan Kementerian Sosial. "Bukan mundur, tetapi kami memilih waktu yang paling ideal karena pembangunan fisik sekolah masih dalam proses penyelesaian. Harapannya, seluruh fasilitas sudah siap saat para siswa mulai belajar," pungkasnya.





















