Tanggul Lumpur Lapindo Jebol, KAI Pastikan 48 Perjalanan Kereta Aman

- Bagian tanggul Lumpur Lapindo di Sidoarjo sempat jebol saat proses penguatan, namun material lumpur tidak mencapai jalur rel kereta api.
- KAI Daop 8 Surabaya memastikan seluruh 48 perjalanan kereta tetap berjalan normal karena jalur dan prasarana perkeretaapian dinyatakan aman.
- KAI terus berkoordinasi dengan PPLS untuk memantau kondisi tanggul dan menjaga keselamatan perjalanan tanpa perubahan jadwal atau pembatasan kecepatan.
Sidoarjo, IDN Times - Jebolnya bagian tanggul Lumpur Lapindo di Kabupaten Sidoarjo sempat memicu kekhawatiran terhadap keselamatan jalur kereta api yang berada di kawasan tersebut. Namun, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya memastikan operasional kereta api tetap berjalan normal karena jalur rel tidak terdampak insiden tersebut.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan petugas untuk memeriksa kondisi prasarana perkeretaapian setelah menerima informasi mengenai aktivitas pekerjaan di area tanggul.
"Hasil pemeriksaan petugas di lapangan menunjukkan bahwa kondisi jalur rel, konstruksi jalan rel, maupun prasarana pendukung lainnya tetap dalam kondisi aman dan tidak terdampak. Seluruh perjalanan kereta api tetap berjalan normal sesuai jadwal operasional," ujarnya.
Mahendro menjelaskan, peristiwa yang terjadi merupakan bagian dari pekerjaan penguatan tanggul yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) pada Jumat (10/7/2026). Saat proses peninggian tanggul menggunakan alat berat, material lumpur sempat meluber dari bagian atas tanggul.
Meski demikian, material tersebut dipastikan tidak mencapai jalur rel sehingga tidak mengganggu operasional kereta api. "Kami memastikan aktivitas tersebut tidak berdampak terhadap operasional kereta api. Jalur rel berada dalam kondisi aman untuk dilalui sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keselamatan perjalanan kereta api yang melintasi kawasan tersebut," katanya.
KAI Daop 8 juga terus berkoordinasi dengan PPLS dan pihak terkait untuk memantau perkembangan pekerjaan penguatan tanggul. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi agar setiap perkembangan di lapangan dapat segera direspons tanpa mengganggu keselamatan perjalanan kereta.
Mahendro menyebut, setiap hari terdapat sekitar 48 perjalanan kereta api yang melintasi jalur di kawasan tanggul Lumpur Lapindo, terdiri dari kereta api jarak jauh, kereta lokal, hingga kereta barang.
Hingga kini, seluruh perjalanan tersebut tetap beroperasi normal tanpa pembatasan kecepatan, perubahan pola operasi, maupun penyesuaian jadwal akibat aktivitas di sekitar tanggul.
"Kami terus melakukan pemantauan secara berkesinambungan, terutama di lokasi-lokasi yang memerlukan perhatian khusus. Keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama sehingga masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan layanan kereta api," pungkas Mahendro.



















