Cerita Penyintas, Kembali Jadi Atlet Setelah Jadi Korban Pelecehan

- DS, remaja 15 tahun korban kekerasan, kembali berlatih menembak di Perbakin Surabaya setelah sempat vakum dan kini bersiap mengikuti seleksi Porprov Jawa Timur.
- Dukungan keluarga, teman, serta bantuan peralatan baru dari Perbakin, KONI, dan Disbudporapar Surabaya menjadi dorongan utama bagi DS untuk bangkit dan berlatih lagi.
- Pihak Perbakin dan KONI Surabaya menegaskan komitmen memberikan pendampingan konseling serta perlindungan agar kasus serupa tidak terulang di lingkungan olahraga.
Surabaya, IDN Times - DS (15) mencoba mulai memegang airsoft gun setelah beberapa waktu vakum, Sabtu (11/7/2026). Remaja ini berusaha bangkit usai menjadi korban kekerasan oleh seorang yang mengajarinya dunia menembak di lingkungan Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) Surabaya. DS berusaha menampakkan senyumnya, menyembunyikan sisa-sisa trauma yang pernah melekat dalam dirinya. Pengalaman buruknya beberapa waktu lalu tak membuatnya terus terpuruk.
Dukungan dari orang-orang sekitarnya lah yang membuatnya kembali bangkit. Ditambah mimpi jadi atlet profesional juga tak kalah kuatnya dari apa yang terjadi kemarin. "Ya yang paling utama adalah support dari orangtua pastinya sama orang-orang di sekitar saya yang sayang sama saya. Itu yang buat saya bangkit kembali dari masa lalu kemarin," ujarnya di sela-sela latihan di lapangan Perbakin Surabaya.
Kini, DS mulai serius berlatih untuk mengikuti seleksi pekan olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. Berbagai latihan pun ia lakukan secara mandiri. "Tiga minggu terakhir saya sudah mulai latihan lagi olahraga, drilling sendiri. Saya mulai buat belajar-belajar stage buat seleksi," sebutnya.
Agar semangat berlatih, DS pun mendapat peralatan baru berupa satu unit airsoft gun dari Perbakin Surabaya, Komisi Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya dan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya. "Pastinya senang banget," ucapnya sumringah.
Sementara itu, Ketua Harian Perbakin Surabaya Hadi Susilo mengatakan, hari ini adalah hari pertama DS berlatih. Pihaknya bersyukur akhirnya DS bisa kembali bangkit. " Dan kami bersyukur, kami senang dia bisa bangkit kembali. ada juga beberapa penawaran pendampingan konseling dari teman-teman di Koni untuk untuk konseling," ujarnya.
"Bahkan, kembali bisa berberkumpul dengan teman-temannya tanpa rasa minder, tanpa rasa malu dan kami juga memberikan perlindungan buat agar enggak sampai terjadi perundungan ya atau pembulian terutama di areal Perbakin," sebutnya.
Di samping itu, pihaknya juga bersyukur DS turut mengikuti seleksi Porprov Jatim. Pihaknya pun memberikan peralatan menembak untuk DS agar semakin giat berlatih. "Selama ini DS pinjam untuk unit yang dipakai unit airsoft gun-nya itu pinjam. Jadi, kami memberikan sumbangsih berupa satu unit airsoft kepada DS agar bisa dipakai untuk lomba maupun latihan. Jadi, dia enggak perlu lagi pinjam atau nyewa atau apa pun seperti itu," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Koni Surabaya, Auderio mengatakan, apa yang terjadi pada DS menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tak takut melapor dan kembali bangkit setelah menjadi korban.
"Hari ini DS menunjukkan memberi pelajaran juga buat kita bahwa kalah yang kemarin, hari ini dia bisa bangkit. Semoga semangatnya ini bisa terjaga dan dia lebih giat lagi berlatih," sebutnya.
Ia berharap kepada masyarakat bahwa apa tak ada lagi kasus serupa di KONI Surabaya. Sehingga, apabila menemui kasus serupa, agar melapor kepada pihak yang berwenang.
"Ini juga bisa pelajaran buat semuanya, buat para pelatih, buat para pengurus dan juga para atlet Surabaya. Jadi, hal-hal seperti ini jangan sampai terulang. Jadi, cukup sekali dan ini yang terakhir agar kita bisa konsentrasi untuk membina prestasi olahraga," pungkas dia.



















