Saat Para Ayah di Surabaya Antar Anak Pertama Masuk Sekolah

- Agus, seorang ayah tunggal di Surabaya, ikut gerakan ayah mengantar anak ke sekolah dan merasa kegiatan ini penting untuk kedekatan emosional dengan anak-anaknya.
- Gerakan tersebut merupakan program lanjutan dari Kemendukbangga yang bertujuan mempererat hubungan emosional antara ayah dan anak melalui momen hari pertama sekolah.
- Dinas Pendidikan Surabaya mendukung penuh inisiatif ini dengan melibatkan ayah tidak hanya saat mengantar anak, tetapi juga dalam kegiatan sekolah seperti pengambilan rapor.
Surabaya, IDN Times - Kebahagiaan terpancar dari wajah Agus (56) saat mengantar anaknya untuk pertama kalinya masuk gerbang SD Negeri 1 Surabaya, Senin (13/7/2026). Apa yang dilakukan Agus ini adalah bagian dari gerakan ayah mengantar anak ke sekolah.
Bagi Agus yang merupakan orang tua tunggal, kegiatan mengantar anak ke sekolah adalah pekerjaan sehari-harinya. Tiga anaknya ia lah yang mengantar ke sekolah. Menurut Agus, gerakan seperti ini sangat baik, terutama untuk anak-anak. Terlebih, biasanya yang mengantar anak-anak ke sekolah melekat pada ibu.
"Gerakan Bapak mengantar sekolah satu ya untuk pendekatan lah kalau untuk yang baru ya, Kan jarang orang tua laki itu mau ngantar anak sekolah itu memang jarang," ujarnya.
Selain itu, gerakan tersebut juga bagian dari mendekatkan anak pada ayahnya. "Ya bagus untuk perkenalan, untuk pendekatan sama anaknya, mengetahui lokasi, untuk Bapak orang tuanya di sekolah gimana," terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Febrina Kusumawati Kepala Dispendik mengatakan, gerakan tersebut merupakan tindak lanjut program dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) yang bertujuan memembang emosional antara ayah dan anak.
"Hari Senin kembali dilaksanakan. Ayah diminta mengantar anak ke sekolah di hari pertama agar anak merasa bangga karena didampingi ayahnya sampai ke sekolah," katanya, Senin (13/7/2026).
Dispendik memastikan mendukung penuh gerakan tersebut. Selain mendorong ayah mengantar anak ke sekolah, sebelumnya juga sudah melibatkan ayah dalam program mengambil rapor anak pada akhir semester lalu.
"Selama ini yang lebih banyak menangani anak adalah ibu. Kehadiran ayah menjadi penyeimbang yang luar biasa. Harapannya, sebelum berangkat kerja ayah masih bisa mengantar anak sampai gerbang sekolah, ada salam, ada pelukan, sehingga terjalin kedekatan secara hati," ujarnya



















