Ngawi, IDN Times – Suasana persawahan di Desa Sidorejo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, mendadak geger, Jumat (2/10/2026). Seorang teknisi bernama Supono (59), ditemukan tergeletak tak bernyawa di bawah kabel jaringan sumur sibel atau sumur bor yang menggunakan pompa celup listrik yang sedang diperbaikinya.
Kabar itu menjadi pukulan berat bagi keluarga. Sulastri (45), istri korban, langsung menangis histeris begitu mengetahui suaminya meninggal dunia di lokasi kerja. Tangisan serupa juga pecah dari Riky (20), anak laki-laki korban, yang bahkan sempat berontak hingga harus ditenangkan warga.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, Supono tengah memperbaiki kabel jaringan sumur sibel di sawah milik Azis Setyobudi (60), warga Desa Sidorejo.
Seorang warga yang melintas di sekitar persawahan kemudian melihat korban sudah tergeletak di bawah kabel dengan tiang penyangga berbahan bambu. Temuan tersebut langsung disampaikan kepada warga sekitar dan diteruskan kepada kepolisian. Petugas Polsek Geneng yang datang ke lokasi kemudian melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Pemilik sawah, Azis Setyobudi, mengatakan korban saat itu sedang memperbaiki tiang dan kabel jaringan sumur sibel. Menurut Azis, aliran listrik diduga belum dimatikan saat korban melakukan pekerjaan tersebut. Kondisi tangan korban yang disebut basah juga diduga menjadi salah satu faktor hingga akhirnya tersengat listrik. "Memperbaiki tiang listrik, tidak dimatikan. Terus memegang kabel, tangannya basah, mungkin kesetrum di situ. Kabel untuk sibel," ujar Azis. Petugas menemukan luka bakar pada bagian tangan kiri korban. Korban kemudian diperiksa untuk memastikan penyebab kematiannya.
Kapolsek Geneng IPTU Harli Prabowo mengatakan polisi menerima laporan adanya warga yang meninggal akibat tersengat listrik saat memperbaiki kabel. "Kita dapat laporan, datang ke lokasi. Korban tewas akibat tersengat listrik saat memperbaiki kabel, bukan strum tikus," kata Harli.
Petugas melakukan visum terhadap jenazah korban di lokasi. Berdasarkan pemeriksaan awal, Supono dinyatakan meninggal akibat kecelakaan kerja. Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan mobil polisi menuju rumah duka yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian. Supono, yang merupakan ayah dari tiga anak, selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
