Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sumur Bor Bikin Tanah Likuifaksi? BMKG Ungkap Faktanya
Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Malang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ricko Kardoso. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • BMKG menegaskan sumur bor atau jet pump bukan penyebab langsung likuifaksi, yang merupakan bahaya ikutan gempa bumi.

  • Likuifaksi dipengaruhi geologi lokal, karakteristik tanah, muka air tanah dangkal, dan guncangan gempa hingga tanah kehilangan kekuatan seperti cairan.

  • Masyarakat dapat mengecek Atlas Zona Likuifaksi Badan Geologi dan kajian risiko BPBD; BMKG juga mengukur muka air tanah untuk penelitian lebih rinci.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
28 Oktober 2026

BMKG menyatakan sumur bor atau jet pump bukan penyebab langsung likuifaksi. Fenomena tersebut dipengaruhi geologi lokal, karakteristik tanah, muka air tanah dangkal, dan guncangan gempa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BMKG menyatakan penggunaan sumur bor atau jet pump bukan penyebab langsung likuifaksi, yang terjadi ketika tanah kehilangan kekuatan dan berperilaku seperti cairan saat diguncang gempa dalam kondisi tertentu.
  • Who?
    Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Malang BMKG Ricko Kardoso memberikan penjelasan; Badan Geologi Kementerian ESDM dan BPBD menyediakan informasi terkait zona serta risiko likuifaksi.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan Ricko Kardoso di Surabaya. Potensi likuifaksi dinilai berdasarkan kondisi geologi lokal, karakteristik tanah, dan muka air tanah di masing-masing wilayah.
  • When?
    Penjelasan disampaikan pada Rabu, 28 Oktober 2026.
  • Why?
    Likuifaksi berkaitan dengan karakteristik geologi, tanah yang mengandung air, muka air tanah dangkal, dan guncangan gempa. Sumur bor berjalur pipa sehingga tidak serta-merta menyebabkan air tanah naik saat gempa.
  • How?
    Potensi dinilai melalui kajian geologi dan karakteristik tanah secara menyeluruh, Atlas Zona Likuifaksi Badan Geologi, kajian risiko BPBD, serta pengukuran kedalaman muka air tanah menggunakan peralatan survei BMKG.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
BMKG bilang sumur bor tidak langsung membuat tanah jadi seperti bubur saat gempa. Pak Ricko berkata tanah bisa lembek karena jenis tanah, air tanah yang dangkal, dan guncangan gempa. Seperti pasir pantai yang digoyang sampai air keluar. Orang bisa melihat peta daerah berisiko dari Badan Geologi dan BPBD.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penjelasan BMKG membantu meluruskan kekhawatiran bahwa sumur bor menjadi pemicu langsung likuifaksi, sekaligus mengarahkan perhatian pada faktor geologi yang memang relevan. Ketersediaan Atlas Zona Likuifaksi, kajian risiko BPBD, dan peralatan survei muka air tanah menunjukkan adanya dasar informasi yang dapat digunakan untuk memahami potensi bahaya secara lebih terukur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Penggunaan sumur bor atau jet pump bukan penyebab langsung terjadinya likuifaksi. Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Malang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ricko Kardoso menjelaskan, fenomena likuifaksi lebih berkaitan dengan karakteristik geologi setempat, kondisi tanah, muka air tanah yang dangkal, serta guncangan gempa bumi.

Ricko menerangkan, likuifaksi merupakan bahaya ikutan atau collateral hazard yang dapat terjadi akibat gempa bumi. Fenomena ini membuat tanah kehilangan kekuatannya dan berperilaku seperti cairan ketika mengalami guncangan dalam kondisi tertentu.

“Jadi, tidak ada kaitan-kaitannya,” ujar Ricko di Surabaya, Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, keberadaan sumur bor tidak serta-merta membuat air tanah naik ke permukaan ketika terjadi gempa. Sumur bor memiliki jalur berupa pipa, sedangkan mekanisme likuifaksi berkaitan dengan kondisi tanah dan air tanah di wilayah tersebut.

“Ini murni karena faktor geologi lokal setempatnya, karakteristik tanah di situ. Dan memang muka air tanahnya itu dangkal, maka ketika terjadi guncangan, air tanahnya itu naik ke atas,” jelasnya.

Untuk menggambarkan proses tersebut, Ricko mengibaratkan pasir halus di tepi pantai yang menjadi lembek ketika digoyangkan hingga air muncul ke permukaan. Kondisi itu menggambarkan bagaimana tanah yang mengandung air dapat kehilangan kekuatannya ketika mengalami guncangan.

Namun, potensi likuifaksi tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan keberadaan sumur bor atau kedalaman muka air tanah. Penilaian perlu mempertimbangkan kondisi geologi dan karakteristik tanah secara lebih menyeluruh.

Ricko menyebut, informasi mengenai zona potensi likuifaksi dapat ditelusuri melalui Atlas Zona Likuifaksi yang disediakan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Masyarakat juga dapat memeriksa kajian risiko bencana yang disusun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi.

Kajian risiko bencana tersebut memetakan berbagai potensi bahaya, tingkat kerentanan, serta kapasitas wilayah dalam menghadapi bencana. Informasi ini dapat menjadi salah satu acuan untuk mengenali risiko dan menentukan langkah mitigasi.

Selain itu, Ricko menjelaskan BMKG memiliki peralatan survei untuk mengukur kedalaman muka air tanah. Hasil pengukuran tersebut dapat digunakan dalam kajian akademik yang lebih terperinci untuk menilai potensi likuifaksi di suatu wilayah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article