Surabaya, IDN Times - Sektor industri pengolahan atau manufaktur masih menjadi kontributor utama perekonomian Jawa Timur dengan menyumbang sekitar 31 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun terus mendorong agar industri ini semakin tumbuh, salah satunya lewat pameran Indonesia Energy Week Surabaya 2026 yang digelar di Grand City Convention & Exhibition Surabaya, Rabu (15/7/2026).
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak mengatakan, pertumbuhan kawasan industri tidak lagi hanya ditentukan oleh kapasitasnya, tetapi juga oleh kesiapan energi, utilitas, teknologi, hingga inovasi di sektor pangan dan agrikultur yang saling mendukung dalam membentuk daya saing kawasan.
"Pertumbuhan industri hari ini tidak lagi bisa dipandang secara sektoral karena tantangannya semakin kompleks," ujarnya.
Persaingan tidak lagi hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi juga oleh kemampuan berinovasi, memanfaatkan teknologi, meningkatkan efisiensi, serta menerapkan prinsip keberlanjutan. Saat ini, berbagai sektor di Jawa Timur telah berhasil menduduki peringkat tiga besar dalam kontribusinya untuk Indonesia.
"Kita perlu mempererat kolaborasi sektor-sektor tersebut untuk semakin memperkuat posisi Jawa Timur," ungkap dia.
Menurutnya, pameran manufaktur dan energi sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor ini. Terlebih pameran tersebut mempertemukan berbagai pihak untuk saling berkolaborasi.
"Kehadiran Manufacturing Surabaya, Growtech Indonesia, dan Indonesia Energy Week Surabaya dalam satu penyelenggaraan menjadi sangat relevan. Kolaborasi lintas sektor seperti inilah yang akan memperkuat daya saing Jawa Timur sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pertumbuhan industri Indonesia," papar Emil.
Country General Manager Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari, mengatakan bahwa penyelenggaraan ketiga pameran ini merupakan upaya untuk menghadirkan platform yang semakin relevan dengan perkembangan kebutuhan industri di Indonesia. Menurutnya, pertumbuhan kawasan industri tidak lagi hanya membutuhkan satu sektor, tetapi sinergi yang semakin erat antara semua sektor.
"Yang dibutuhkan industri adalah ruang untuk mempertemukan berbagai sektor yang saling bergantung—mulai dari manufaktur, energi dan kelistrikan, utilitas, teknologi, hingga agrikultur modern," ujarnya.
Pameran ini diikuti oleh 200 lebih peserta pameran dari 17 negara. Pihaknya berharap platform ini dapat memperkuat konektivitas antara pusat-pusat pertumbuhan industri di Indonesia dengan jejaring industri nasional maupun internasional.
Indonesia Energy Week Surabaya diselenggarakan secara kolokasi dengan edisi ke-20 Manufacturing Surabaya. Pameran ini telah menjadi salah satu pameran manufaktur terbesar dan paling konsisten di Indonesia Timur, serta pameran Growtech Indonesia, pameran internasional teknologi agrikultur.
Kehadiran kedua pameran yang dibawa oleh Indonesia Energy Week Surabaya, yaitu Electric & Power Indonesia - Surabaya dan Water Indonesia - Surabaya, melengkapi industri yang telah lebih dulu dibangun melalui Manufacturing Surabaya dan Growtech Indonesia. Penciptaan ruang kolaborasi untuk ketiga pameran ini memperlihatkan bagaimana kebutuhan energi, utilitas, manufaktur, hingga teknologi kini bersinergi dalam satu rantai nilai industri.
Melalui Electric & Power Indonesia - Surabaya, pengunjung dapat menjumpai berbagai solusi mulai dari pembangkitan dan distribusi tenaga listrik, smart grid, energi baru dan terbarukan, sistem penyimpanan dan otomasi, hingga berbagai teknologi efisiensi energi yang mendukung kebutuhan industri modern. Sementara itu, Water Indonesia – Surabaya menghadirkan beragam inovasi di bidang pengolahan air bersih dan air limbah, sistem filtrasi dan membran, konservasi air, hingga teknologi utilitas yang semakin dibutuhkan untuk mendukung operasional kawasan industri yang berkelanjutan.
Tidak hanya menghadirkan teknologi, Indonesia Energy Week Surabaya juga menjadi ruang bertemunya berbagai gagasan dan kebijakan melalui rangkaian seminar yang diselenggarakan bersama Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Wilayah Jawa Timur. Mengusung tema "East Java Driving Indonesia's Energy Transition", forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, PLN Group, akademisi, lembaga pembiayaan, serta pelaku industri untuk membahas berbagai isu strategis terkait kelistrikan dan industri energi di Jawa Timur.
