Surabaya, IDN Times - Kasus kecelakaan beruntun yang melibatkan Toyota Alphard di Jalan Menur Pumpungan, Surabaya, memasuki babak baru. Pengemudi Alphard, Yusuf (52), resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satlantas Polrestabes Surabaya. Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya Iptu Sulton membenarkan penetapan status hukum terhadap warga Sidoarjo tersebut. “Setelah menjalani pemeriksaan, resmi tersangka,” ujarnya saat dikonfirmasi IDN Times, Kamis (10/9/2026).
Yusuf sebelumnya ditangkap polisi setelah Alphard bernopol N 1882 NCI yang dikemudikannya terlibat kecelakaan beruntun pada Rabu (9/9/2026) sore. Kecelakaan tersebut tergolong besar. Sedikitnya empat kendaraan roda empat dan 11 sepeda motor dilaporkan rusak akibat rangkaian tabrakan.
Peristiwa bermula ketika Alphard yang dikemudikan Yusuf menabrak sebuah Toyota Zenix di persimpangan lampu merah Jalan Arif Rahman Hakim. Lokasi tabrakan pertama berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kecelakaan berikutnya di Jalan Menur Pumpungan.
Setelah insiden pertama, Alphard kemudian melaju hingga akhirnya menabrak gerobak bakso dan sejumlah kendaraan yang berada di Jalan Menur Pumpungan.
Berdasarkan rekaman CCTV warga, kendaraan tersebut terlihat melaju dengan kecepatan cukup tinggi sebelum menghantam kendaraan-kendaraan lain.
Kapolsek Sukolilo, AKP Yunus Kurniawan sebelumnya menyebut dugaan pengemudi melarikan diri setelah kecelakaan pertama masih didalami Satlantas Polrestabes Surabaya. “Kalau itu masih didalami, karena kami dari Polsek Sukolilo hanya melaksanakan TPTKP. Nanti kewenangan di pendalaman itu dari Satlantas Polrestabes Surabaya,” kata Yunus.
Dalam pemeriksaan awal, Yusuf memberikan keterangan bahwa dirinya dalam kondisi kurang sehat sebelum kecelakaan. Ia mengaku baru mengonsumsi obat dan kemudian merasa tidak sadar saat berada di balik kemudi.
“Saya kan habis nggak enak badan ya habis minum obat. Pas di lampu merah itu saya nggak sadar nubruk Zenix,” kata Yusuf saat berada di Mapolsek Sukolilo.
Yusuf juga mengaku sempat menghentikan kendaraannya di tengah kemacetan karena berniat beristirahat. Namun, setelah didatangi dan digedor warga, ia mengaku justru keliru menginjak pedal.
“Nah saya itu berhenti. Niatku mungkin mau tiduran gitu ya. Terus digedor-gedor begini, akhirnya saya keliru nginjak gas saya. Nggak sadar saya,” pungkasnya.
