Suranbaya, IDN Times - Soekarno Cup tak sekadar menjadi panggung adu kemampuan pemain muda. Turnamen pembinaan sepak bola usia muda yang diinisiasi Prananda Prabowo itu mulai menjadi etalase talenta akar rumput yang menarik perhatian klub-klub profesional.
Sejumlah pemain yang tampil di Soekarno Cup 2026 mulai dipantau klub yang berlaga di Liga 2 dan Liga 3. Bahkan, beberapa klub disebut telah meminta data pemain yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan ke level profesional.
Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup, Komarudin Watubun mengatakan, kondisi ini menjadi sinyal bahwa turnamen yang digelar dengan jangkauan luas mampu membuka ruang baru bagi pemain muda untuk menunjukkan kualitasnya.
“Soekarno Cup diharapkan menjadi bagian dari proses penemuan dan pengembangan pemain. Dengan semakin banyak pemain yang mendapatkan kesempatan tampil dan kemudian dipantau klub profesional, kompetisi ini dapat memiliki dampak jangka panjang terhadap regenerasi sepak bola Indonesia,” ujarnya, Minggu (23/8/2026).
Juru Bicara Soekarno Cup sekaligus eks pemain Timnas Indonesia, Anang Ma’ruf mengungkapkan, sejumlah pelatih dari klub Liga 2 dan Liga 3 memang ikut memantau pertandingan Soekarno Cup.
Pemantauan dilakukan dengan berbagai cara. Ada klub yang menyaksikan pertandingan melalui siaran langsung di YouTube, sementara sebagian lainnya datang langsung ke stadion untuk melihat pemain incaran.
“Mereka tertarik ke beberapa pemain dan telah meminta data pemain tersebut,” kata Anang.
Menurut mantan bek kanan Persebaya Surabaya itu, ketertarikan klub profesional terhadap pemain Soekarno Cup menjadi bukti bahwa sumber talenta sepak bola Indonesia tidak hanya berada di akademi-akademi besar.
Sebaliknya, banyak pemain potensial tumbuh dari kompetisi akar rumput yang selama ini belum mendapatkan sorotan luas. “Ini tentu menjadi progres yang sangat positif. Artinya, mereka yang bermain di Soekarno Cup punya kualitas dan potensi untuk melangkah ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Anang menilai keberadaan kompetisi seperti Soekarno Cup penting untuk memperlebar pintu masuk menuju sepak bola profesional. Sebab, tidak semua pemain muda memiliki kesempatan menempuh jalur pembinaan formal melalui akademi klub atau kompetisi dalam sistem federasi.
“Talenta itu ada di mana-mana. Dari kampung-kampung, dari daerah yang mungkin selama ini belum banyak terpantau. Persoalannya adalah bagaimana mereka mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan,” tuturnya.
Menurut Anang, keberhasilan turnamen tidak semata ditentukan oleh siapa yang menjadi juara. Ada indikator lain yang jauh lebih penting, yakni seberapa banyak pemain mendapatkan kesempatan melanjutkan karier setelah kompetisi selesai.
“Kalau setelah turnamen ada pemain yang kemudian masuk klub, mendapatkan kontrak, atau mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi, itu bagi kami adalah keberhasilan. Karena tujuan akhirnya adalah membuka jalan bagi anak-anak muda ini,” katanya.
Pada edisi 2026, Soekarno Cup diikuti 16 provinsi dengan total 400 talenta muda. Turnamen tersebut telah digelar secara rutin sejak 2023 di Jakarta, kemudian berlanjut pada 2025 di Bali, dan 2026 di Surabaya, Gresik, serta Bangkalan.
