Ngawi, IDN Times – Derita peternak ayam di Kabupaten Ngawi belum juga berakhir. Setelah sebelumnya peternak ayam petelur angkat bendera putih akibat anjloknya harga telur, kini giliran peternak ayam pedaging (broiler) yang menghadapi nasib serupa. Harga ayam hidup di tingkat peternak merosot tajam dalam dua bulan terakhir, sementara biaya produksi terus merangkak naik.
Kondisi itu dialami peternak di Desa Gelung, Kecamatan Paron. Harga ayam hidup yang sebelumnya mencapai Rp21 ribu per kilogram kini hanya dihargai sekitar Rp15 ribu per kilogram. Penurunan hingga Rp6 ribu per kilogram tersebut membuat peternak kesulitan menutup biaya produksi.
