Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Serangan Wereng, Beluk dan Potong Leher Ancam Panen Padi Magetan 

Serangan Wereng, Beluk dan Potong Leher Ancam Panen Padi Magetan
Hama beluk serang tanaman padi petani di Desa Pragak Kecamatan Parang Magetan. IDN Times/ Riyanto.
Share Article

Magetan, IDN Times – Serangan hama mengancam ketahanan pangan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Menjelang musim panen, petani di Desa Pragak, Kecamatan Parang, harus menghadapi hama wereng, beluk, dan potong leher yang merusak tanaman padi mereka saat ini. Bulir padi banyak yang kosong, membuat petani berisiko mengalami kerugian jutaan rupiah. Berbagai upaya pencegahan, termasuk penyemprotan insektisida, telah dilakukan. Namun, serangan hama tetap tak terbendung, menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani.

1. Hama wereng, serangan cepat yang mematikan

Hama wereng mengakibatkan tanaman padi mengering dan mati. IDN Times/ Riyanto.
Hama wereng mengakibatkan tanaman padi mengering dan mati. IDN Times/ Riyanto.

Salah satu petani, Senen (55), mengungkapkan bahwa tanaman padinya terserang hama wereng yang menyebabkan batang padi mengering dalam semalam. Penyemprotan insektisida dengan biaya mahal pun tidak membuahkan hasil. "Wereng cepat sekali menyerang, bahkan dalam waktu semalam padi sudah gosong. Kami sudah menyemprot dengan obat mahal, tapi tidak mempan. Padahal sekitar dua minggu lagi panen," ujarnya, Kamis (13/2/2025).


Jika serangan ini terus meluas, kerugian petani semakin besar. Selain biaya produksi yang tinggi, harga gabah saat panen raya biasanya anjlok, makin memperparah kondisi mereka.

2. Hama Beluk, merusak bulir padi dari dalam

Hama beluk mengakibtkan bulir padi tak ada isinya. IDN Times/ Riyanto.
Hama beluk mengakibtkan bulir padi tak ada isinya. IDN Times/ Riyanto.

Selain wereng, petani juga menghadapi serangan hama beluk, yang ditandai dengan tangkai padi berwarna putih dan tidak berisi sejak awal pertumbuhannya. Hama ini berasal dari ulat yang bersembunyi di dalam batang padi, sehingga sulit dibasmi dengan insektisida. 

"Biasanya ada banyak klaper atau kupu-kupu kecil berwarna putih sebelum hama ini menyerang. Kami sudah mencoba penyemprotan obat, tapi tetap saja masih terserang," keluh Senen.


Meskipun hama beluk tidak membunuh padi seperti wereng, hasil panen tetap menurun drastis karena bulir padi tidak terisi.

3. Hama potong leher, hama paling ditakuti

Tanaman padi yang diserang hama potong leher hanya berisi separoh. IDN Times/ Riyanto.
Tanaman padi yang diserang hama potong leher hanya berisi separoh. IDN Times/ Riyanto.

Di lokasi berbeda di Desa Pragak, petani juga menghadapi ancaman hama potong leher. Hama ini tidak menunjukkan tanda-tanda sejak awal, namun tiba-tiba membuat tangkai padi putus dan bulir padi kosong. "Tiba-tiba padi yang sudah hampir panen putus di bagian lehernya, ada tanda hitam seperti jamur. Akibatnya, tiga perempat panen hilang. Jika tidak segera dipanen, kerugiannya makin besar," ungkap Salim, petani setempat.


Berbeda dengan wereng dan beluk yang masih bisa diprediksi, hama potong leher sulit dicegah, sehingga menjadi momok bagi para petani setiap jelang panen. Menghadapi ancaman ini, para petani berharap harga gabah tetap stabil agar mereka bisa menutup biaya produksi dan kembali menanam di musim berikutnya. 


Jika tidak ada langkah penanggulangan yang efektif, serangan hama ini berpotensi mengancam ketahanan pangan di daerah tersebut. Pemerintah daerah diharapkan turun tangan dengan memberikan solusi, seperti penyuluhan, bantuan pestisida yang lebih efektif, atau strategi mitigasi lainnya agar petani tidak terus merugi. 

Share Article
Topics
Editorial Team
Riyanto Tarah
EditorRiyanto Tarah

Latest News Jawa Timur

See More

Ringkas, ITS Kembangkan Alat Pendeteksi Minyak Babi Portabel

28 Mei 2026, 13:15 WIBNews