Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PSBB Hari Pertama, Bundaran Waru Macet Mengular

PSBB Hari Pertama, Bundaran Waru Macet Mengular
Suasana check point Bundaran Waru pada hari pertama PSBB Surabaya Raya, Selasa (28/2). IDN Times/Hari Kancel
Share Article

Surabaya, IDN Times - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya resmi diberlakukan mulai hari ini, Selasa (28/4). Check point yang berada di 17 titik perbatasan Kota Surabaya mulai dijaga oleh para petugas gabungan untuk meminimalisir jumlah warga luar kota yang masuk. Namun, kondisi ini malah membuat kemacetan panjang.

1. Bunderan Waru macet panjang

Kemacetan di sekitaran Bundaran Waru pada hari pertama PSBB Surabaya Raya, Selasa (28/4). Rizky Agung for IDN Times
Kemacetan di sekitaran Bundaran Waru pada hari pertama PSBB Surabaya Raya, Selasa (28/4). Rizky Agung for IDN Times

Salah satu check point yang menjadi sorotan masyarakat adalah titik Bundaran Waru. Kemacetan pun sudah terjadi sejak pukul 07.30 WIB di sana. Salah satunya dialami oleh Rizky Agung Kurniawan. Karyawan bank ini harus terjebak selama 40 menit hingga akhirnya terbebas dari kemacetan.

"Saya berangkat dari rumah pukul 7:45 WIB. Macet sekali sampai di Bundaran Waru pukul 8:35. Di sana masih macet lagi sekitar 40 menit," ujar Rizky saat dihubungi IDN Times, Selasa (28/4).

2. Pengendara diperiksa secara lengkap

Suasana check point Bundaran Waru pada hari pertama PSBB Surabaya Raya, Selasa (28/2). IDN Times/Hari Kancel
Suasana check point Bundaran Waru pada hari pertama PSBB Surabaya Raya, Selasa (28/2). IDN Times/Hari Kancel

Di check point tersebut, para pengendara dibagi menjadi 2 bagian berdasar pelat nomor. Yaitu golongan pelat L dan W, serta golongan pelat lainnya. Kemacetan dipicu dari adanya pemeriksaan surat-surat serta keperluan dari setiap pengendara yang tidak berpelat L dan W.

"Banyak yang berhenti di pinggir-pinggir jalan buat buka-buka dompet. Terus diperiksa juga satu-satu," lanjutnya.

Beruntung, Rizky yang memiliki pelat W bisa melewati check point tersebut langsung tanpa harus diperiksa lebih lanjut oleh para petugas.

3. Tak ada kepentingan mendesak di Surabaya diminta putar balik

Ilustrasi. IDN Times/Mia Amalia
Ilustrasi. IDN Times/Mia Amalia

Para pengendara yang tidak memiliki pelat L dan W harus memiliki alasan ketika memasuki Kota Surabaya. Jika untuk bekerja, mereka harus menunjukkan surat keterangan bekerja dari perusahaan masing-masing. Namun kalau tidak bisa menunjukkan, pengendara diminta untuk putar balik. Hal ini yang dialami oleh Harianto.

"Saya pelat AE. Tadi diminta untuk menunjukkan surat keterangan kerja. Tapi saya gak punya," tutur Harianto.

Untungnya, dia bisa segera menghubungi pihak perusahaannya untuk meminta surat keterangan kerja. Setelah menunggu beberapa saat di tepi kemacetan, Harianto pun bisa memasuki Kota Surabaya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Pemerintah Kota Surabaya atas terjadinya kemacetan panjang akibat check point ini. IDN Times sudah mencoba menghubungi Kasatlantas Polrestabes Surabaya dan Kadishub Surabaya, namun belum ada respons.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dida Tenola
EditorDida Tenola

Latest News Jawa Timur

See More

HJKS Ke-733, Naik Transportasi Umum di Surabaya Cuma Rp733

30 Mei 2026, 10:55 WIBNews