Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pos Polisi A Yani Surabaya Dilempar Molotov

Kota Surabaya
Pos Polisi A Yani Surabaya Dilempar Molotov
Pos polisi A Yani yang dilempar OTK. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Pos polisi lalu lintas A Yani Margorejo di Surabaya dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal pada Sabtu malam, sekitar pukul 19.30 WIB.
  • Saksi melihat pelaku bermotor menyalakan botol lalu melemparkannya ke pos; api sempat membesar hingga sekitar satu meter tanpa suara ledakan.
  • Api dipadamkan pengendara perempuan menggunakan alas kaki. Pelaku berpakaian hitam, berhelm biru muda, mengendarai motor bebek, lalu petugas datang berjaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Pos poisi lalu lintas A Yani Margorejo yang terletak di Jalan A Yani Surabaya dilempar molotov orang tak dikenal (OTK), Sabtu (15/8/2026) malam. Peristiwa pelemparan ini terjadi sekitar setelah salat isya.

Pantauan IDN Times, tidak terlihat api di pos tersebut. Tetapi pada pintu pos nampak terdapat bekas warna hitam seperti hangus.

Saat ini pos tersebut sedang dijaga oleh sejumlah petugas. Di antara mereka ada yang berpakaian seragam Brimob, ada juga yang berpakaian preman.

Saksi yang merupakan petugas palang pintu kereta, Yudi mengatakan, peristiwa pelemparan molotov tersebut sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu ia melihat seorang pengendara motor tiba-tiba berhenti di pos.

Tak lama ia menyalakan api pada sebuah botol. Botol tersebut kemudian dilempar ke arah pos polisi.

"Enggak ada suara ledakan. Cuma kayak suara pecah, kaca pecah saja," ujar Yudi ditemui di lokasi.

Api yang dilempar tersebut lalu menyambar pos dan membesar. Tinggi api berkisar satu meter. "Kurang lebih satu meter (tinggi api)," jelasnya.

Setelah melempar molotov, pengendara tersebut pergi begitu saja. "5 menit saja enggak sampai, cuma 2–3 menitan lah (langsung pergi)," terang Yudi.

Tak lama, seorang pengendara perempuan datang. Kemudian api dipadamkan oleh pengendara tersebut menggunakan alas kaki. "Tadi ada kayak pengendara lain, ibu-ibu, yang padamkan," tutur Yudi.

Yudi menyebut ciri-ciri pelaku yakni menggunakan pakaian serba hitam, kemudian memakai helm warna biru muda polos dan kendaraan bebek. "Yang pasti soalnya posisi dia menghadap ke barat. Di bawah tenda dia, posisinya di bawah tenda itu," ucapnya.

Usai peristiwa itu, setengah jam kemudian, sejumlah putugas datang berjaga di lokasi kejadian.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More