Surabaya, IDN Times - Sebuah video yang menunjukkan aksi heroik anggota polisi dalam menyelamatkan korban banjir viral di media sosial. Dalam rekaman video, pria yang diketahui bernama Aiptu Sujadi, anggota Satlantas Polres Kediri bersama keluarganya yang sedang melintas di jalan tol Ngawi. Tiba-tiba, ia berhenti dan menyelematkan satu keluarga korban banjir, Jumat (8/3) lalu.
Polisi Viral Penyelamat Korban Banjir Diganjar Penghargaan

1. Dapat piagam penghargaan
Karena aksinya itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur (Jatim), Irjen Pol Luki Hermawan mengundang Aiptu Sujadi bersama istri dan satu anaknya mengikuti apel di Lapangan Mapolda Jatim, Senin (11/3) pagi. Pada kesempatan inilah, Luki mewakili Polri memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan kepada Sujadi.
2. Bisa jadi motivasi anggota lain
Luki mengatakan bahwa perlindungan dan pengayoman yang diberikan Sujadi merupakan langkah heroik dari anggota kepolisian. Tindakan itu bisa menjadi percontohan sekaligus motivasi antar sesama anggota.
"Ini sangat langka sekali, sering juga kita menemui orang kesulitan saat di perjalanan kadang ada yang peduli dan ada yang tidak. Ini rekan kita, ini menjadi motivasi untuk semuanya, ini bukan pencitraan tapi apa adanya seperti yang ada di lapangan," ujarnya, Senin (11/3).
3. Puji aksi Sujadi sebagai tindakan tulus
Luki menilai apa yang dilakukan oleh Sujadi adalah suatu bentuk tindakan yang tidak dibuat-buat. Rasa peduli membuat dia mampu memberikan perlindungan, pengamanan dan pengayoman kepada masyarakat.
"Mudah-mudahan keluarga yang memang betul-betul diselamatkan oleh rekan kita, berterima kasih pastinya dan ini adalah hal yang sangat langkah cukup terpanggil untuk memberikan perlindungan, pengamanan dan pengayoman. Apabila membutuhkan pertolongan anggota kita terpanggil pastinya," imbuhnya.
4. Intruksikan semua beri pertolongan ke masyarakat
Pria dengan dua bintang emas di pundak ini pun berharap kepada semua anggota Polri, khususnya yang ada di wilayah Jatim untuk selalu memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan. "Karena menolong orang tidak bisa diprediksi apakah justru kita yang akan menjadi korban. Untuk itu, penghargaan ini sangat pantas diberikan untuk anggota kita," pungkas Luki.