Surabaya, IDN Times - Informasi mengenai sayembara berhadiah Rp20 juta bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi keberadaan terduga pelaku pembunuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bangkalan, Erlan, dipastikan tidak benar. Polda Jawa Timur (Jatim) menegaskan tidak pernah mengeluarkan sayembara resmi dalam proses pengejaran buronan kasus tersebut.
Informasi itu beredar luas melalui media sosial TikTok dari akun Hellboy Polisi Langit Jatanras Polda Jatim. Dalam unggahan tersebut terpampang foto pria yang disebut sebagai Erlan disertai tulisan, "Siapa saja yang bisa memberikan info sehingga pelaku Erlan bisa tertangkap. Kami beri dana pribadi kami Rp20 juta."
Unggahan itu dengan cepat menyedot perhatian publik karena Erlan merupakan pria yang diduga menjadi pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan, RYS (50).
Korban ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas Toyota Innova bernomor polisi M 1090 GP yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, pada Rabu (24/6/2026). Polisi menduga korban tewas akibat pembunuhan dan Erlan disebut sebagai orang terakhir yang bersama korban sebelum ditemukan tak bernyawa.
Meski demikian, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast memastikan informasi mengenai sayembara tersebut bukan kebijakan institusi. "Gak ada," tegas Jules saat dikonfirmasi IDN Times, Rabu (8/7/2026).
Hal senada disampaikan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaidi Jumhur. Ia menegaskan hingga kini penyidik masih fokus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku dan tidak pernah membuka sayembara resmi.
"Nggak ada, doain ya kita kejar terus," ujarnya.
Meski membantah adanya sayembara, polisi memastikan pengejaran terhadap Erlan masih terus berlangsung. Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Jatim mengakui proses perburuan cukup sulit karena terduga pelaku diduga terus berpindah-pindah lokasi untuk menghindari penangkapan.
Penyidik juga telah membentuk sejumlah tim yang bergerak ke berbagai daerah guna mempersempit ruang gerak terduga pelaku. Hingga kini, kepolisian masih mengumpulkan alat bukti sekaligus menelusuri jejak pelarian Erlan.
