Magetan, IDN Times – Mahalnya harga tomat saat ini, tampaknya tidak membawa untung bagi para petani di Kabupaten Magetan Jawa Timur. Justru sebaliknya, banyak petani tomat di Kecamatan Plaosan harus merugi karena tanaman mereka gagal panen akibat cuaca ekstrem yang terus melanda selama sebulan terakhir.
Petani Magetan Tak Dapat Nikmati Segarnya Harga Tomat

1. Tanaman tomat diserang hama
Di lahan milik petani di Kelurahan Plaosan, tanaman tomat mereka kini dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Tanaman tomat yang siap panen justru mengalami kerusakan. Daun-daun tanaman ini tampak keriting dan mengering, dipicu oleh cuaca yang tidak menentu dan serangan hama kutu kebul yang sulit diatasi.
Akibat serangan hama ini, hasil panen tomat anjlok hingga 50 persen. Biasanya produksi mormal mencapai 5 kuintal, kini petani hanya mampu menghasilkan 2,5 kuintal tomat di atas lahan seluas 750 meter persegi.
Salah satu petani tomat pada kelurahan Plasan, Suraji, mengungkapkan kekecewaannya. "Tanaman banyak diserang hama dan cuaca ekstrem, hasil panen turun hingga 50 persen," ujarnya, Rabu (13/11/2024).
2. Petani sulit kembalikan modal
Menurut Suraji, meski harga tomat di tingkat petani saat ini melonjak, mencapai Rp10.000 per kilogram dari sebelumnya dihargai Rp750 hingga Rp1000 perkilogram. Belum cukup untuk menutupi kerugian akibat menurunnya hasil panen tanam sebelumnya.
"Iya tanam sebelumnya kami merugi, kemudian tanam lagi diserang hama. Naik memang saat ini tapi mengembalikan kerugian sebelumya dengan tanam sekarang diserang hama, modal belum kembali," bebernya.
3. Harga kubis dan bawang prei anjlok
Tidak hanya tomat, lanjut Suraji, harga beberapa jenis sayuran lainnya, seperti kubis dan daun bawang prei juga mengalami penurunan drastis. Harga kubis kini hanya Rp1000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp4.000 hingga Rp5.000.
"Bawang prei atau loncang kami biasa sebut, harganya anjlok ya. Sekarang dihargai Rp5000 per kilogram, jauh lebih rendah dari harga sebelumnya yang mencapai Rp15 ribu," terangnya.
Petani sayur di Magatan mengaku saat ini tengah terpuruk akibat cuaca ektrim di awal musim hujan. Ditambah harga sayuran lain selain tomat juga alami penurunan harga jual.
Pantauan IDN Times di pasar sayur Plaosan, harga tomat oleh pedagang dijual Rp15 ribu per kilogram, diduga akibat pasokan yang menurun. Sebaliknya, melimpahnya kubis dan daun bawang membuat harganya turun drastis, mengakibatkan kerugian besar bagi para petani di wilayah ini.