Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perusahan Pastikan KM Virgo Transport 8 Kantongi Persyaratan Laik Melaut
KMP Virgo Transport 8 yang melayani rute Banjarmasin-Surabaya dan mengalami kecelakaan di Laut Jawa. (www.instagram.com/@pt.virgokaryashipping)
  • PT Virgo Karya Shipping menyatakan KM Virgo Transport 8 telah menjalani docking Februari 2026, memenuhi standar perawatan, serta memiliki dokumen kelaiklautan dan Surat Persetujuan Berlayar.
  • Penyebab karamnya kapal rute Surabaya–Banjarmasin masih belum pasti; perusahaan menduga cuaca buruk dengan gelombang 1,5–2,5 meter, sementara fungsi sistem peringatan menunggu keterangan kru.
  • Dari 243 penumpang dan kru, hingga 14 September 2026 sebanyak 114 orang dievakuasi, terdiri dari 108 selamat dan enam meninggal; 129 lainnya masih dicari tim SAR.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - PT Virgo Karya Shipping buka suara soal kecelakaan kapal motor (KM) Virgo Transport 8 yang terjadi di Perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026). Manajemen menyebut bahwa kapal tersebut telah memenuhi persyaratan sesuai dengan perundang-undangan.

General Manajer, PT Virgo Karya Shipping, Yoel Rihi mengatakan, kapal tersebut terakhir melalukan perawatan atau docking pada Februari 2026. Seluruh bagian kapal telah dilakukan perawatan sesuai standar yang telah diterapkan.

"Untuk informasi docking, terakhir itu kita lakukan di bulan Februari tahun ini, 2026. Full, pasti harus, karena biar memenuhi standar yang ditetapkan," ujarnya, Senin (14/9/2026).

Yoel menyebut, kondisi fisik kapal dipastikan layak layar. Sebelum kapal berlayar, kapal telah mengantongi persyaratan sesuai dengan perundang-undangan.

"(Kapal dinyatakan) Layak, surat-surat lengkap (SPB, kelaiklautan kapal)," ucap dia.

Mengenai usia kapal yang disebut berusia 39 tahun, Yoel menyebut usia kapal tidak bisa disamakan dengan manusia yang semakin tua akan mengalami penurunan performa. Kapal merupakan mesin yang secara berkala dilakukan peremajaan.

"Kapal itu mesin, mesin itu bisa di-rebuild, mesin itu bisa di-tuning up lagi, bisa diganti. Plat yang tipis pun bisa di-double," jelasnya.

Pihaknya juga mengklaim bahwa KM Virgo Transport 8 terus dilakukan perawatan. Perusahaan memastikan tak akan melayarkan kapal bila belum sesuai standart.

"Kita enggak mungkin berani melayarkan kapal yang tidak sesuai dengan perundang-undangan. Tentu banyak penyesuaian yang perlu dilakukan. Itu udah kita lakukan, sudah sesuai standar, maka kita bisa putuskan kapal itu siap berlayar," jelasnya.

Mengenai penyebab kapal karam, pihaknya masih belum memastikan. Dugaan sementara, kapal kecelakaan karena mengalami cuaca buruk.

"Kalau untuk dugaan awal ini, ini masih dugaan awal. ini tuh karena cuaca buruk, gelombang. Saya dapat laporan itu jam 01.00 itu, itu karena ada gelombang. Sesuai dengan laporan dari Basarnas juga, memang posisi gelombang itu sekitar 1,5 sampai 2,5 meter. Itu kondisi moderate sea," terang dia.

Soal apakah sistem peringatan berjalan atau tidak ketika kapal hendak tenggelam, pihaknya masih belum bisa memastikan. Hal itu menunggu keterangan dari nahkoda dan kru kapal.

"Untuk mekanisme ini, kita masih belum dapat data aslinya. Karena untuk memberikan keterangan, kru kan harus ditanya dulu. Nah, untuk ini mungkin nanti bisa dijawabnya nanti oleh Basarnas. Kalau kami masih dapat data simpang siur, belum bisa memastikan. Tapi langkah baiknya untuk kepastian ini kita diskusikan dengan Basarnas saja," pungkas dia.

Sebelumnya, KM Virgo Transport 8 rute Surabaya–Banjarmasin dilaporkan mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk pada Minggu (13/9/2026). Untuk mendukung operasi penyelamatan, tim SAR menurunkan 1 unit helikopter, 3 unit KN Basarnas, 1 unit RIB, 4 unit KRI TNI AL, serta beberapa armada pendukung lainnya.

Berdasarkan data per 14 September 2026, dari total 243 penumpang dan kru, sebanyak 114 orang telah dievakuasi (108 selamat dan 6 meninggal dunia), sedangkan 129 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Curated For You

Editorial Team

Related Article