Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penyerangan Pos Polisi WBL Sudah Direncanakan Empat Bulan
Dok. IDN Times/Istimewa

Surabaya, IDN Times - Kapolres Lamongan AKBP Feby Hutagalung dan Bupati Lamongan Fadeli membesuk polisi korban penyerangan di Rumah Sakit Bhayangkara, Rabu (21/11). Usai membesuk, Feby membeberkan sejumlah fakta penyerangan. Ternyata kedua pelaku Eko Ristanto (35) dan M. Syaif Ali Hamdi (17) baru berkenalan.

1. Kedua tersangka berkenalan di musala

IDN Times/Ardiansyah Fajar

Mulanya, lanjut Feby, keduanya sedang salat di salah satu musala di kawasan Brondong Lamongan. Lantaran punya pemahaman agama yang sama, mereka pun akrab. "Menurut keterangan dari pelaku mereka bertemu saat keduanya bertemu kegiatan ibadah selama 3 sampai 4 bulan di musala Lamongan," ujarnya.

2. Kedua tersangka melakukan perencanaan 3-4 bulan

IDN Times/Ardiansyah Fajar

Merasa sudah akrab, keduanya pun melakukan perencanaan untuk menyerang salah satu pos polisi di Paciran Lamongan. "Sehingga beberapa kali melakukan perencanaan seperti akan melakukan Pos Lantas akhirnya mereka melakukan kerjasama. Mereka merencanakannya 3-4 bulan sejak kenal," kata Feby. 

3. Kedua tersangka mengonsep penyerangan gunakan batu dan kelereng

Dok. IDN Times/Istimewa

Feby menambahkan, keduanya diketahui mematangkan konsep penyerangan. Akhirnya memilih untuk menggunakan batu dan kelereng saja. "Salah satunya seperti itu dilempar batu dan kelereng tapi untuk detailnya kita belum bisa jelaskan. Tahun 2018 awal, sebelumnya informasinya melakukan hal yang sama di wilayah pos lantas wilayah Lamongan tapi tidak mengakibatkan kerusakan hanya retak saja dan itu tidak diketahui polisi karena pos lantas dikosongkan. Itu keterangan dari tersangka," terang Feby.

4. Kapolres Lamongan sebut tersangka miliki faham agama yang menyimpang

IDN Times/Sukma Shakti

Saat ditanya motif tersangka, Feby menyebut ada pemahaman agama yang menyimpang. Masih adanya faham radikalisme dan terorisme membuat Polres Lamongan terus siaga. "Pastinya keberadaan kami di sini melakukan evaluasi upaya pencegahan," kata pria dengan dua melati emas di pundak ini.

5. Bupati Lamongan langsung lakukan koordinasi intens dengam Kapolres dan Dandim guna tangkal radikalisme

Teroris Riau

Sementara itu, Bupati Lamongan Fadeli mengintruksikan untuk menangkal radikalisme. Dia bersama Kapolres, Dandim dan tokoh-tokoh masyarakat akan saling berkoordinasi. "Tentunya juga dengan tokoh agama untuk terus melakukam koordinasi dan komunikasi secara intens," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article