Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penjelasan Aremania Terkait Penundaan Aksi Turun Jalan
Kondisi pintu 13 Stadion Kanjuruhan pasca insiden kericuhan 1 Oktober lalu. IDN Times/Alfi Ramadana

Malang, IDN Times - Tim Gabungan Aremania (TGA) memutuskan untuk menunda rencana aksi turun ke jalan. Sebelumnya TGA berencana untuk turun ke jalan menggelar aksi damai pada Kamis (20/10/2022) sebagai bentuk memperjuangkan pengusutan tuntas tragedi Kanjuruhan. Namun, karena beberapa alasan aksi tersebut urung dilakukan. Secara rinci ada empat poin yang mendasari TGA untuk menunda aksi. 

1. Menjaga kemurnian tujuan aksi

Perwakilan Tim Gabungan Aremania saat memberikan keterangan di Kantor KNPI. IDN Times/Alfi Ramadana

Bagian Humas Tim Gabungan Aremania, Anwar menjelaskan bahwa alasan pertama adalah untuk menghindari adanya pihak-pihak yang berusaha mengambil keuntungan. Terlebih tujuan utama Aremania berencana menggelar aksi tersebut adalah untuk memperjuangkan pengusutan tuntas tragedi Kanjuruhan. 

"Pada dasarnya kami ingin menjaga kemurnian tujuan utama teman-teman untuk aksi itu yakni mengawal aksi kemanusiaan, perlindungan saksi korban, dan mencermati proses hukum biar tetep terjaga dengan baik," urainya Selasa (18/10/2022). 

2. Karena ada kegiatan lain berkaitan dengan penyelidikan

Kondisi terkini salah satu pintu keluar Stadion Kanjuruhan. IDN Times/Alfi Ramadana

Alasan lain yang mendasari penundaan aksi turun ke jalan sesuai rilis yang dimuat instagram resmi @usuthinggatuntas itu adalah karena pada Rabu (19/10/2022) direncanakan akan digelar rekonstruksi kejadian perkara di Polda Jatim. Kegiatan tersebut juga melibatkan beberapa Aremania dengan surat pemanggilan resmi. Lalu pada hari Kamis (20/10/2022) direncanakan akan ada rekonstruksi di Stadion Kanjuruhan serta kegiatan autopsi korban.

Untuk itu, Aremania bersama tim hukum berusaha mengawal seluruh kegiatan tersebut agar semua prosesnya berjalan sesuai kejadian yang ada di lapangan. 

"Sejauh ini informasi resmi dari kami dimuat di instagram tersebut. Kalau di luar itu, maka tidak bisa dipertanggungjawabkan," imbuhnya. 

3. Aksi selalu dilakukan setiap hari

Sekjen Federasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) yang mendampingi TPF Aremania Andy Irfan saat memberikan keterangan di kantor KNPI Malang. IDN Times/Alfi Ramadana

Sementara itu, Anwar juga menyampaikan bahwa sebenarnya terkait aksi, setiap hari Aremania sudah melakukannya. Namun, bentuk dari aksi tersebut bermacam-macam. Ia mencontohkan seperti yang dilakukan di Kota Batu. Aksi yang digelar adalah dalam bentuk teatrikal dan doa bersama lintas agama. 

"Kemudian kawan-kawan juga mendatangi RS, rumah korban, serta berupaya memberikan advokasi hukum kepada mereka," sambungnya. 

4. Tak bisa berjuang sendirian

Kondisi pintu 13 Stadion Kanjuruhan pasca insiden kericuhan 1 Oktober lalu. IDN Times/Alfi Ramadana

Terlepas dari itu, Anwar juga mengajak kepada seluruh Aremania untuk bersatu padu memberikan bantuan. Karena memang para korban benar-benar perlu bantuan maksimal. 

"Kami juga perlu bantuan maksimal dari 
seluruh aremania," tandasnya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article