Malang, IDN Times - Tim Gabungan Aremania (TGA) memutuskan untuk menunda rencana aksi turun ke jalan. Sebelumnya TGA berencana untuk turun ke jalan menggelar aksi damai pada Kamis (20/10/2022) sebagai bentuk memperjuangkan pengusutan tuntas tragedi Kanjuruhan. Namun, karena beberapa alasan aksi tersebut urung dilakukan. Secara rinci ada empat poin yang mendasari TGA untuk menunda aksi.
Penjelasan Aremania Terkait Penundaan Aksi Turun Jalan

1. Menjaga kemurnian tujuan aksi
Bagian Humas Tim Gabungan Aremania, Anwar menjelaskan bahwa alasan pertama adalah untuk menghindari adanya pihak-pihak yang berusaha mengambil keuntungan. Terlebih tujuan utama Aremania berencana menggelar aksi tersebut adalah untuk memperjuangkan pengusutan tuntas tragedi Kanjuruhan.
"Pada dasarnya kami ingin menjaga kemurnian tujuan utama teman-teman untuk aksi itu yakni mengawal aksi kemanusiaan, perlindungan saksi korban, dan mencermati proses hukum biar tetep terjaga dengan baik," urainya Selasa (18/10/2022).
2. Karena ada kegiatan lain berkaitan dengan penyelidikan
Alasan lain yang mendasari penundaan aksi turun ke jalan sesuai rilis yang dimuat instagram resmi @usuthinggatuntas itu adalah karena pada Rabu (19/10/2022) direncanakan akan digelar rekonstruksi kejadian perkara di Polda Jatim. Kegiatan tersebut juga melibatkan beberapa Aremania dengan surat pemanggilan resmi. Lalu pada hari Kamis (20/10/2022) direncanakan akan ada rekonstruksi di Stadion Kanjuruhan serta kegiatan autopsi korban.
Untuk itu, Aremania bersama tim hukum berusaha mengawal seluruh kegiatan tersebut agar semua prosesnya berjalan sesuai kejadian yang ada di lapangan.
"Sejauh ini informasi resmi dari kami dimuat di instagram tersebut. Kalau di luar itu, maka tidak bisa dipertanggungjawabkan," imbuhnya.
3. Aksi selalu dilakukan setiap hari
Sementara itu, Anwar juga menyampaikan bahwa sebenarnya terkait aksi, setiap hari Aremania sudah melakukannya. Namun, bentuk dari aksi tersebut bermacam-macam. Ia mencontohkan seperti yang dilakukan di Kota Batu. Aksi yang digelar adalah dalam bentuk teatrikal dan doa bersama lintas agama.
"Kemudian kawan-kawan juga mendatangi RS, rumah korban, serta berupaya memberikan advokasi hukum kepada mereka," sambungnya.
4. Tak bisa berjuang sendirian
Terlepas dari itu, Anwar juga mengajak kepada seluruh Aremania untuk bersatu padu memberikan bantuan. Karena memang para korban benar-benar perlu bantuan maksimal.
"Kami juga perlu bantuan maksimal dari
seluruh aremania," tandasnya.