Malang, IDN Times - Bisnis prostitusi di Kota Malang kian menjamur melalui media sosial seperti WhatsApp, Michat, Twitter, hingga Facebook. Hal ini banyak disayangkan karena Malang dikenal sebagai kota pendidikan. Tak cuma masyarakat yang resah, para pengusaha hotel, mereka menjadi pihak yang harus menuai getahnya. Pasalnya, para wanita tunasusila ini menjadikan hotel sebagai lokasi memadu kasih.
Wali Kota Malang, Sutiaji pun telah memberikan himbauan kepada lurah hingga camat agar memantau wilayahnya lewat media sosial yang sering digunakan untuk bertransaksi seks. Hal ini iuga disambut oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang. Mereka setuju dengan langkah yang diambil oleh Sutiaji.
