Surabaya, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengaturan penggunaan gawai dan internet bagi anak melalui sosialisasi Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya Nomor 400.2.4/34733/436.7.8/2025.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, kebijakan ini diambil sebagai langkah pencegahan terhadap paparan konten negatif, termasuk radikalisme, pornografi, dan kekerasan, yang dinilai semakin mudah diakses anak usia sekolah melalui gawai atau ponsel (HP). “Ini respons serius atas informasi di lapangan, termasuk dari Densus 88, bahwa ada anak usia sekolah yang terpapar konten berbahaya hingga radikalisme melalui internet,” ujar Eri.
Menurutnya, minimnya pengawasan orang tua menjadi faktor utama anak mudah terpapar konten negatif. Gawai kerap menggantikan peran kehadiran dan pengawasan orang tua di rumah. “Tanpa pengawasan, anak bisa belajar hal-hal berbahaya hanya dari HP. Ini sering terjadi karena orang tua sibuk dan kasih sayangnya tergantikan oleh gawai,” tegasnya.
Dalam dunia pendidikan, Pemkot Surabaya menetapkan pembatasan tegas penggunaan gawai di sekolah. Siswa diperbolehkan membawa HP, namun wajib disimpan di loker dan hanya digunakan atas instruksi guru untuk kepentingan pembelajaran. Aturan ini juga berlaku bagi tenaga pendidik. “Guru harus menjadi teladan. Disiplin ini harus dimulai sekarang demi masa depan anak-anak Surabaya,” kata Eri.
Eri menambahkan, jika ditemukan siswa masih mengakses konten negatif, Pemkot Surabaya telah menyiapkan mekanisme pembinaan melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) dan DP3APPKB Surabaya, mulai dari pendampingan hingga pembinaan karakter. Selain pengawasan digital, Pemkot Surabaya juga mendorong penguatan interaksi sosial anak melalui permainan tradisional dan pengembangan Kampung Pancasila untuk membentuk karakter dan nilai kebersamaan.
Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya Febrina Kusumawati mengatakan, keterlibatan Densus 88, BNN, dan Polrestabes Surabaya bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada orang tua tentang ancaman serius di ruang digital. “Masih banyak orangtua yang belum menyadari bahwa radikalisme, terorisme, hingga narkotika bisa masuk melalui teknologi,” ujar Febrina.
Dispendik Surabaya akan menindaklanjuti sosialisasi ini dengan membentuk kelas pendampingan di sekolah untuk meningkatkan literasi digital orang tua. Materi mencakup cara memantau aktivitas daring anak, mengenali situs berbahaya, hingga memeriksa aplikasi tersembunyi di gawai. “Mulai pekan depan, pengawasan ini akan berjalan di sekolah-sekolah, disertai pelaporan dari orang tua. Ini bentuk tanggung jawab bersama untuk melindungi anak-anak Surabaya,” pungkasnya.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
HP dan Internet untuk Anak Surabaya Diperkat, Ada Kelas Pendampingan

ilustrasi HP (unsplash.com/Đức Trịnh)
Take a Deeper Read
Curated For You
- Wali Kota Eri Terbitkan SE Pembatasan Penggunaan Gawai untuk Anak-anak26 Dec 2025, 10:18 WIB
Editorial Team
EditorFaiz Nashrillah
Related Article
Sempat Miskomunikasi, 2 Pengurus DPD NasDem Surabaya Sepakat Damai01 Nov 2026, 11:47 WIB
10 Fakta Kasus Pembunuhan Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun01 Nov 2026, 11:23 WIB
10 Fakta Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya yang Baru Diluncurkan01 Nov 2026, 09:59 WIB
Trans Jatim Ekspedisi Dikembangkan di Malang Raya, Gandeng JNE dan SAP01 Nov 2026, 09:58 WIB
Banjir Jatim Capai 2.253 Kejadian, Bengawan Solo 393 Kasus01 Nov 2026, 09:55 WIB
Simposium Dokter Ortopedi di Surabaya, Bahas Kesehatan Tulang Lansia01 Nov 2026, 09:55 WIB
Poster Perempuan Tak Pakai Busana di Dinding Mal Gresik Hebohkan Warga31 Oct 2026, 19:54 WIB
Mutilasi Madiun, Pelaku Sempat Pakai Nama Palsu dalam Pelarian31 Oct 2026, 17:11 WIB
246 Rusunawa Disegel, Kos Lima Lantai di Surabaya Terancam Dibongkar31 Oct 2026, 16:47 WIB
Warga Surabaya yang Mau Nonton Parade Juang Bisa Parkir di Sini31 Oct 2026, 13:24 WIB
Komplotan di Pasuruan Kemas Ulang Beras SPHP, Dijual Hingga Rp12 Ribu31 Oct 2026, 12:02 WIB
Pembacok yang Lompat di Sungai Jagir Ditemukan Meninggal Dunia 31 Oct 2026, 11:29 WIB
Calon ART di Surabaya Diduga Disekap Dipulangkan, Penyalur Ditindak31 Oct 2026, 09:58 WIB
[OPINI] Ketika Angka Pertumbuhan Ekonomi Tidak Lagi Cukup31 Oct 2026, 08:13 WIB
112 Bandit Jalanan Dibekuk di Surabaya, Curanmor Dominan30 Oct 2026, 19:01 WIB
Uniqlo Hadir di Malang, Langsung Diserbu Ratusan Orang30 Oct 2026, 17:58 WIB
Dalam Proses Pemeriksaan Propam, AKBP Edy Herwiyanto Dimutasi30 Oct 2026, 17:45 WIB
Kronologi Pria Lompat ke Sungai Jagir Usai Lakukan Pembacokan30 Oct 2026, 16:17 WIB
Unair Perkuat Tata Kelola Data untuk Bangun Ekosistem AI30 Oct 2026, 16:15 WIB
Jenazah Pria 64 Tahun Ditemukan Mengapung di Sungai Rolak Surabaya30 Oct 2026, 14:24 WIB