Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemprov Jatim Gelontorkan Rp60 M untuk Sertifikasi Halal Produk UMKM

Pemprov Jatim Gelontorkan Rp60 M untuk Sertifikasi Halal Produk UMKM
google
Share Article

Surabaya, IDN Times - Pasar produk halal nampaknya mulai dibidik oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menangah (Dinkop UKM) Jawa Timur (Jatim). Terbukti, pada tahun ini, mereka menganggarkan Rp60 miliar sertifikasi halal untuk memfasilitasi UMKM di Jatim. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinkop UMKM Jatim Mas Purnomo Hadi.

1. Target utama sektor makanan dan minuman

www.unsplash.com
www.unsplash.com

Purnomo mengatakan, target utama yang disertifikasi halal ialah produk makanan dan minuman. Alasannya, produk tersebut yang paling banyak digeluti oleh usaha kecil menangan di Jawa Timur.

Dia menjelaskan dari 12,1 juta usaha kecil menangah kecil di Jatim, 60 persennya adalah makanan dan minuman. Sedangkan 30 persennya adalah usaha kecil yang bergerak di bidang fashion.

"Sisanya perhiasan, manik-manik, dan kerajinan tangan," katanya, pada Sabtu (9/2).

2. Banyak pengusaha yang masih kesulitan

Usaha kecil dan Menengah (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Usaha kecil dan Menengah (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Meski usaha makanan dan minuman paling banyak, Purnomo mengatakan jika masih banyak pengusaha UMKM sektor makanan dan minum yang masih kesulitan mendapatkan sertifikasi halal. "Mereka menilai sertifikasi halal lama dan mahal," ujarnya.

3. Sertifikasi halal masih jadi kendala

google
google

Sertifikasi halal, ujar Purnomo, masih menjadi momok bagi UMKM. Data Forum Industri Kecil Menengah (IKM) Jatim menyebutkan UMKM yang memiliki sertifikasi halal baru 40 persen.

Biaya yang dikeluarkan antara Rp 3-5 juta sekali urus, dengan masa berlaku dua tahun. Tarif sebesar itu dan masa berlaku yang terbatas, dinilai terlalu mahal bagi UKM.

"Kami fasilitasi dan dampingi agar mereka benar-benar bisa mendapatkan sertifikasi yang dapat memenuhi standar seperti BPOM dan halal. Itu kami fasilitasi. Namun hanya terbatas," ungkap Purnomo.

4. Beri pelatihan hingga pengurusan sertifikasi

pixabay/StockSnap
pixabay/StockSnap

Saat ini, Pemprov Jatim menyediakan anggaran Rp60 milliar setiap tahun guna memberikan pelatihan, pendampingan vokasional, promosi, dan pengurusan sertifikasi. Dana sebesar itu diperuntukkan bagi UMKM yang baru berkembang.

"Kalau sudah besar biar cari sendiri, biar gak jagakne (tidak mengandalkan) dari pemerintah saja," terang Purnomo.

5. Sasar pasar Timur Tengah

Kinerja ekspor impor Indonesia
Kinerja ekspor impor Indonesia

Pemprov Jatim sedang membidik pasar ekspor makanan halal. Selain negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand, Purnomo menyebut bahwa saat ini yang tengah dibidik adalah Timur Tengah. Belum terlalu banyak produk UKM ke negara Arab. Presentasenya juga tak begitu besar.

"Saya belum tahu pastinya berapa persen. Sebagian besar masih dibawa oleh tamu," pungkas Purnomo.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ardiansyah Fajar Syahlillah
Edwin Fajerial
Ardiansyah Fajar Syahlillah
EditorArdiansyah Fajar Syahlillah

Latest News Jawa Timur

See More

Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Perempuan di Putat Jaya Surabaya

27 Jun 2026, 19:55 WIBNews