Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemprov Jatim Akui 700 Km Jalan Belum Standar, Ini Rencananya
ilustrasi jalan raya di pagi hari (freepik.com/freepik)
  • Pemprov Jatim mengakui sekitar 700 kilometer atau 48 persen jalan provinsi masih di bawah standar lebar, sehingga perlu peningkatan demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
  • Program pelebaran jalan ditargetkan mulai 2027 dengan tahap awal sepanjang 20 kilometer di beberapa daerah yang tidak memerlukan pembebasan lahan.
  • Kebutuhan anggaran diperkirakan Rp12 miliar per kilometer, dan jika konsisten menambah 20 kilometer per tahun, penyelesaian seluruh ruas bisa memakan waktu hingga 35 tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Sepanjang 700 kilometer ruas jalan atau sekitar 48 persen jaringan jalan provinsi saat ini masih memiliki lebar di bawah standar. Hal ini dinilai perlu ditingkatkan untuk mendukung keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Jawa Timur (Jatim), Edy Tambeng Widjaja mengatakan, program pelebaran jalan ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027. Tahun ini, pelaksanaan fisik belum memungkinkan karena keterbatasan waktu dalam perubahan APBD. "Seperti LKPJ kemarin, kita itu ada 48 persen jalan yang belum memenuhi standar, sekitar 700 kilometer," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2026).

Edy menambahkan, ruas jalan yang menjadi sasaran merupakan jalan provinsi dengan lebar sekitar lima meter, terutama di kawasan pegunungan dan jalur menuju destinasi wisata yang memiliki tingkat mobilitas cukup tinggi.

Ia menjelaskan, pada tahap awal Pemprov Jatim menargetkan pelebaran sekitar 20 kilometer jalan yang tersebar di sejumlah daerah. Ruas yang diprioritaskan ialah lokasi yang secara teknis memungkinkan dikerjakan tanpa harus melalui proses pembebasan lahan.

"Sesuai arahan, kami diminta mulai melakukan pelebaran jalan tahun depan. Tahun ini sudah tidak memungkinkan karena waktu pelaksanaan di P-APBD terlalu mepet. Target awal pada 2027 sekitar 20 kilometer pelebaran jalan," katanya.

Beberapa ruas yang masuk daftar prioritas antara lain Pakis–Poncokusumo, Pujon–Ngoro, Talun–Tirtoyudo, serta jalur menuju Sendang Biru. "Yang kami prioritaskan adalah ruas yang secara fisik memungkinkan dilebarkan. Tidak semua ruas bisa dilakukan karena kondisi medan berbeda-beda," kata Edy.

Ia menambahkan, kebutuhan anggaran pelebaran jalan diperkirakan mencapai Rp12 miliar per kilometer, meski nilainya dapat berubah bergantung pada kondisi medan dan tingkat kesulitan pekerjaan di lapangan.

Dengan target pelebaran sekitar 20 kilometer setiap tahun, Edy memperkirakan penyelesaian seluruh ruas jalan provinsi yang belum memenuhi standar membutuhkan waktu cukup panjang. "Kalau konsisten 20 kilometer per tahun, secara hitungan membutuhkan sekitar 30 hingga 35 tahun untuk menyelesaikan seluruh ruas yang belum standar," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article