Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemain Putra Jaya Dilarang Aktif di Sepak Bola Indonesia Seumur Hidup

Screenshot_20260106_125500_Instagram.jpg
Pemain PS Putra Jaya, Muhammad Hilmi Gimnastiar meminta maaf ke pemain Perseta usai pertandingan. (IDN Times/Istimewa)
Intinya sih...
  • Hilmi divonis larangan beraktivitas di sepak bola Indonesia seumur hidup
  • Hilmi juga didenda sebesar Rp2,5 juta akibat perbuatannya
  • PSSI berharap kejadian ini jadi pembelajaran agar tidak ada kekerasan dalam sepak bola
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pasuruan, IDN Times - Akibat dari tendangan Kung Fu yang dilakukan pemain PS Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar, kepada pemain Perseta 1970, Firman Nugraha, membuat ia dipecat dari tim yang ia bela. Tak hanya itu, ia juga menjalani sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI Asprov Jawa Timur pada hari ini (6/1/2026).

1. Hilmi divonis larangan beraktivitas di sepak bola Indonesia seumur hidup

Screenshot_20260105_180336_X.jpg
Tekel horor yang dilakukan pemain PS Putra Jaya ke pemain Perseta. (IDN Times /Istimewa)

Tidak hanya dipecat oleh tim PS Putra Jaya Pasuruan, Hilmi ternyata juga mendapat hukuman yang tak kalah berat dari Komdis PSSI Asprov Jawa Timur. Ia dijatuhi hukuman larangan beraktivitas di sepak bola Indonesia seumur hidup. Keputusan ini terlampir dalam Surat Keputusan Nomor 001/KOMDIS/PSSI-JTM/I/2026 tanggal 6 Januari 2026.

"Komdis menjatuhkan hukuman tambahan kepada Hilmi yaitu larangan beraktivitas di sepak bola Indonesia seumur hidup. Ini karena dia melakukan pelanggaran keras dengan menendang pemain lawan sehingga mengakibatkan luka parah, ini adalah tindakan kekerasan dan merupakan pelanggaran berat," terang Ketua Komdis Asprov PSSI Jawa Timur, Samiadji Makin Rahmat.

Samiadji menyampaikan kalau Hilmi melanggar Pasal 48 juncto Pasal 49 Kode Disiplin PSSI. Yang isinya mengatur tentang tingkah laku buruk terhadap pemain lawan atau orang-orang selain dari perangkat pertandingan.

2. Hilmi juga didenda sebesar Rp2,5 juta akibat perbuatannya

Screenshot_20260105_180251_X.jpg
Ilustrasi sawah di Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Tidak hanya hukuman larangan bermain sepak bola seumur hidup, Samiadji mengatakan jika Hilmi juga didenda sebesar Rp2,5 juta. Sanksi ini dijatuhkan agar menjadi efek jera pada Hilmi dan jadi pelajaran bagi pemain lain.

"Kita juga beri sanksi denda sesuai Pasal 78 Kode Disiplin PSSI. Dalam pasal itu kita berikan sanksi tambahan agar jadi efek jera," jelasnya.

3. PSSI berharap kejadian ini jadi pembelajaran agar tidak ada kekerasan dalam sepak bola

ilustrasi kartu merah
ilustrasi kartu merah (pexels.com/boom)

Lebih lanjut, Samiadji berharap keputusan ini jadi pelajaran berharga bagi pemain-pemain lain di Indonesia khususnya Jawa Timur. Siapapun bisa mendapatkan sanksi berat jika terbukti melakukan pelanggaran keras menjurus kekerasan.

"Harapan kita juga agar pemain lain tidak meremehkan (pertandingan) dengan melakukan tindakan yang sama, karena ini sepak bola bukan bela diri. Semoga menjadi pelajaran untuk seluruh pemain dan pelstih di Jawa Timur agar menjunjung tinggi sportivitas," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Puting Beliung Terjang Terminal 1 Juanda, Puluhan Kendaraan Rusak

08 Jan 2026, 20:10 WIBNews