Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur 2029, Said Abdullah: Sudah Waktunya!
Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah mendampingi Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • PDIP Jatim menargetkan kemenangan Pileg 2029 sekaligus merebut kursi Gubernur Jatim, komitmen yang disampaikan Ketua DPD Said Abdullah dalam konsolidasi internal di Surabaya.
  • Target Pilgub 2029 muncul setelah PDIP Jatim kalah pada Pilgub 2018 dan 2024, serta mengalami penurunan kursi DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota pada Pemilu 2024.
  • Partai menyiapkan dashboard pemetaan kekuatan hingga TPS, evaluasi reses mulai 2027, survei internal tiap enam bulan, serta pendampingan konsultan hingga Desember 2027.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - PDI Perjuangan Jawa Timur (Jatim) mulai membidik target besar untuk kontestasi politik 2029. Tak hanya ingin mengembalikan kejayaan di Pemilu Legislatif, partai berlambang banteng itu menargetkan merebut kursi Gubernur Jatim pada Pilgub mendatang.

Target tersebut disampaikan Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Said Abdullah saat menyampaikan laporan organisasi di hadapan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Konsolidasi Internal DPD PDIP Jatim di Surabaya, Minggu (23/8/2026).

Said menegaskan, konsolidasi partai menuju 2029 akan diarahkan untuk mengembalikan posisi PDIP sebagai kekuatan politik nomor satu sekaligus menyiapkan mesin partai menghadapi Pilgub Jatim.

“Namun kami tidak berhenti pada Pileg 2029, sekaligus juga kami berkomitmen, baik DPD, DPC, fraksi, bahwa sudah waktunyalah PDI Perjuangan Jawa Timur punya Gubernur Jawa Timur,” tegas Said, disambut sorakan dan tepuk tangan kader.

Pernyataan tersebut menjadi target serius PDIP Jatim setelah partai itu berturut-turut gagal memenangkan Pilgub Jatim. Dalam edisi dua Pilgub misalnya, di tahun 2018, pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno yang diusung PDIP kalah dari pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.

Periode berikutnya, PDIP kembali gagal merebut kursi gubernur. Pasangan Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) yang diusung PDIP pada Pilgub Jatim 2024 juga kalah dari pasangan Khofifah-Emil.

Kini, Said menyatakan PDIP Jatim mulai menyiapkan strategi lebih terukur agar kegagalan tersebut tidak kembali terulang.

Said mengungkapkan DPD PDIP Jatim telah memiliki sistem teknologi informasi atau dashboard internal untuk memetakan kekuatan partai. Data tersebut digunakan untuk mengetahui wilayah yang menjadi basis kuat PDIP, daerah yang belum kuat, hingga wilayah yang masih lemah. Pemetaan dilakukan secara berjenjang hingga tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan dan TPS.

“Di mana kami punya kekuatan, namanya, alamatnya, di mana kami punya kekuatan, di mana kami belum kuat, dan di mana kami masih lemah, datanya kami sudah punya untuk menghadapi 2029,” ungkapnya.

Langkah tersebut dilakukan setelah PDIP Jatim mengalami penurunan perolehan kursi pada Pemilu 2024. Said menyebut kursi DPR RI dari Jatim yang sebelumnya mencapai 20 kursi pada 2019 turun menjadi 19 kursi pada 2024. Perolehan kursi DPRD Provinsi Jatim juga turun enam kursi, sedangkan kursi DPRD kabupaten/kota berkurang delapan kursi.

Namun, evaluasi PDIP tidak berhenti pada angka agregat. Said mengatakan partai akan membedah perolehan suara secara lebih detail berdasarkan daerah pemilihan hingga tingkat TPS.

“Kita tidak hanya ingin memenangkan agregat yang kita sampaikan, namun lebih dari itu kita akan bedah semua di setiap provinsi, setiap dapil, setiap kabupaten, setiap kecamatan, setiap kelurahan sampai di TPS-TPS,” katanya.

Selain itu, PDIP Jatim juga menyiapkan mekanisme evaluasi terhadap kerja-kerja politik anggota legislatif. Mulai awal 2027, aktivitas reses anggota DPR RI dan DPRD Provinsi Jatim akan dipetakan untuk menjadi bagian dari evaluasi menuju Pemilu 2029.

Said menyebut anggota legislatif akan mendapatkan “surat cinta” dari DPD yang berisi wilayah reses yang harus menjadi bagian dari kerja politik di lapangan.“Di mana resesnya, kabupaten mana resesnya, kelurahan mana resesnya, karena itu bagian dari evaluasi untuk sekaligus menuju kemenangan di 2029,” katanya.

PDIP Jatim juga akan melakukan survei internal setiap enam bulan untuk mengukur efektivitas aktivitas kader di tengah masyarakat. Sistem berbasis teknologi tersebut bahkan digunakan untuk memastikan laporan kegiatan kader sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Tidak ada lagi tempat melaporkan reses turun di titik A, tapi ternyata tidak pernah turun di titik-titik tersebut. Itu tidak akan pernah terjadi lagi,” tegas Said.

Selain mengandalkan konsolidasi internal, PDIP Jatim juga telah menggandeng konsultan dan menyiapkan guidance hingga Desember 2027. Said optimistis kombinasi strategi berbasis data, kerja struktur partai, konsolidasi kader dan evaluasi lapangan dapat mengembalikan kekuatan PDIP di Jatim.

“Insya Allah dengan kerja keras kita semuanya, kita semua kader PDI Perjuangan yang dibesarkan oleh PDI Perjuangan punya kewajiban yang sama, tekad yang sama untuk memenangkan Pileg dan Pilgub yang akan datang,” pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article