Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Hari Pencarian, Satu Korban KLM Pantes Ditemukan Tewas

Kab. Jember
5 Hari Pencarian, Satu Korban KLM Pantes Ditemukan Tewas
Evakuasi korban tewas. Dok. Kantor SAR Surabaya.
  • Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah korban KLM Pantes di Pantai Paseban, Jember, Minggu siang, setelah lima hari pencarian sejak kapal nelayan terbalik diterjang ombak.
  • Korban dievakuasi sekitar 10 mil laut dari lokasi kecelakaan, lalu diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
  • Data korban kini mencatat satu selamat, dua meninggal, dan dua masih hilang. Operasi SAR lintas unsur terus menyisir perairan serta pesisir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jember, IDN Times - Harapan menemukan seluruh korban KLM Pantes kembali menyala setelah Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah nelayan yang menjadi korban kecelakaan kapal di Perairan Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (23/8/2026) siang, setelah lima hari operasi pencarian sejak kapal pencari ikan tersebut terbalik diterjang ombak.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi I Made Oka Astawa mengatakan, informasi mengenai penemuan korban pertama kali diterima dari nelayan setempat sekitar pukul 14.00 WIB. Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju Pantai Paseban untuk melakukan evakuasi.

“Pada pukul 14.15 WIB, korban berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan pada koordinat 8°20'48.48” LS - 113°21'23.98” BT atau sekitar 10 nautical mile dari lokasi kejadian kecelakaan kapal,” ujar I Made Oka Astawa.

Setelah dievakuasi, korban menjalani proses identifikasi. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Penemuan tersebut mengubah data sementara korban KLM Pantes menjadi lima orang. Satu korban berhasil selamat, dua korban meninggal dunia, sementara dua nelayan lainnya masih dinyatakan hilang. Salah satu korban yang masih dalam pencarian yakni Moh. Sholihin (34), warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember.

Meski satu korban kembali ditemukan, operasi SAR belum dihentikan. Tim gabungan masih menyisir kawasan perairan dan pesisir untuk mencari dua nelayan yang hingga kini belum ditemukan.

Pencarian melibatkan kekuatan lintas unsur, mulai dari Pos SAR Jember, BPBD Jember, BPBD Lumajang, Polairud, TNI AL, TNI, Polri, relawan SAR, organisasi komunikasi, PMI, mahasiswa hingga nelayan setempat.

I Made Oka memastikan seluruh potensi SAR akan terus dikerahkan untuk mempersempit area pencarian dan menemukan dua korban yang masih hilang.

“Kami akan terus mengoptimalkan pencarian bersama seluruh unsur SAR gabungan hingga seluruh korban ditemukan. Sinergi seluruh potensi SAR menjadi kunci dalam pelaksanaan operasi ini,” tegasnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More