Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pascakebakaran TPA Benowo, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan
Proses pemadaman api di TPA Benowo. (Dok. Command Center 112 Surabaya)
  • Pemkot Surabaya memperketat pengawasan di TPA Benowo setelah kebakaran pada 19 Juli 2026, dengan koordinasi intensif bersama PT Sumber Organik sebagai pengelola area tersebut.
  • DLH Surabaya melakukan evaluasi rutin setiap tiga bulan untuk memastikan keamanan dan mencegah kebakaran, termasuk memantau volume serta kondisi operasional TPA Benowo.
  • Pemerintah menambah personel dan armada pemadam kebakaran di sekitar TPA Benowo, terutama saat ada kegiatan di Stadion Gelora Bung Tomo yang berdekatan dengan lokasi tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan pascakebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo. Kebakaran terjadi pada Minggu (19/7/2026) malam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M. Fikser mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan PT Sumber Organik (SO) sebagai pengelolah TPA Benowo. Pemerintah pun melakukan rapat untuk memperketat pengawasan area tersebut

"Untuk kawasan itu menjadi tanggung jawab PT Sumber Organik. Namun, karena itu menjadi aset salah satu aset vital di Pemerintah Kota, maka kemudian kami DLH juga ikut langsung kami adakan rapat koordinasi manajemennya SO ya untuk melakukan evaluasi," ungkap Fikser, Rabu (22/7/2026).

Fikser menyebut, DLH Surabaya rutin melakukan evaluasi setiap tiga bulan sekali. Evakuasi ini dilakukan untuk memastikan TPA Benowo tetap aman dan mencegah terjadinya kebakaran. "3 bulan sekali melakukan evaluasi dari keamanan, terus dari volume dan semuanya kita evaluasi. Diskusi bersama dengan teman-teman Sumber Organik," tuturnya.

Fikser menyebut, selama ini TPA Benowo aman dari kejadian kebakaran. Tetapi, pada Minggu malam, tempat tersebut kebakaran. Ia menduga, ada kaitannya dengan kegiatan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

"Selama ini kan proses itu berjalan dan tidak ada masalah. Namun, karena kejadian kemarin hal yang kita harus antisipasi adalah ketika ada kegiatan di Gelora Bung Tomo Personil kita akan lebih memperbanyak ya untuk melakukan pengamanan di aset," ungkap dia.

Sejumlah petugas pun diminta untuk memantau dari beberapa titik untuk mencegah seseorang sengaja membakar gunungan sampah. Mobil pemadam kebakaran (PMK) tutur disiagakan. Nah, kita juga yang diduga ya yang diduga nembaknya ke TPA. Nah, terus kemudian kita juga menyediakan (mobil) PMK," jelas dia

Selama ini, mobil pemadam kebakaran (PMK) hanya bersiaga di Stadion GBT saat pertandingan berlangsung. Untuk itu, di event selanjutnya, PMK akan diletakkan di TPA Benowo.

"Untuk berikut-berikutnya kita akan koordinasi sudah koordinasi sudah koordinasi dengan teman-teman PMK untuk kita menambah lagi armada eh PMK di seputaran TPA terutama di akses jalur eh keluar masuknya," pungkas dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article