Over Kapasitas, Narapidana Lapas Banyuwangi Tinggal Berhimpitan

Banyuwangi, IDN Times - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Banyuwangi, Jawa Timur, penuh. Tak hanya penuh, lapas dengan status kelas IIA ini sudah melebihi kapasitas maksimalnya. Bahkan, penghuni Lapas ini lima kali lebih banyak dari kapasitasnya.
1. Kapasitas 200, dihuni oleh 1.000 orang
Menurut data yang disampaikan Kantor Wilayah Kemenhumkam Jawa Timur, bangunan lapas di Banyuwangi memiliki batas maksimal sekitar 260 penghuni. Namun saat ini ada sekitar 1000 lebih narapidana yang menempatinya. Kelebihan 700 lebih narapidana ini terpaksa ditempatkan berjejalan.
"Harus pntar-pintarnya Kalapas untuk melaksanakan pembinaan terhadap warga binaan sehingga lapas Banyuwangi tetap kondusif,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenhumkam Jatim, Imam Jauhari, dalam keterangannya sebagimana dikutip IDN Times, Rabu (26/7/2023).
2. Lahan hibah masih kurang luas

Imam menyebut, Pemkab Banyuwangi sendiri sudah memberikan lahan sebagai sarana pembangunan lapas baru. Namun, lahan sekitar 2 hektare yang diberikan dinilai kurang luas. Menurut Imam, untuk menciptakan kondisi yang nyaman lapas membutuhkan lahan yang lebih luas lagi.
"Idealnya butuh sekitar 5 hektare. Dua hektare masih kurang, namun sudah dikoordinasikan dengan Pemerintah setempat dan sedang mencarikan solusinya," kata Imam.
3. Usulan tambahan laham masih dikaji
Sementara dari Pihak Pemkab Banyuwangi, Sekda Mujiono mengatakan lokasi pembangunan lapas baru berada di Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi. Terkait luasan lahan, Pemkab Banyuwangi sedang mengkajinya lebih lanjut. Termasuk bagaimana arah pembangunan untuk pengembangan lebih lanjut nantinya.
"Sudah rembukan. Lahan sudah siap dan bisa digunakan untuk bangunan baru. Secepatnya semoga bisa terealisasi," kata Mujiono.


















