Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ngabuburit Sambil Balap Liar di Dekat Suramadu, Polisi Sita 15 Motor
Polisi saat membubarkan aksi balap liar di dekat Suramadu. (Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Perak)
  • Sekelompok remaja di sekitar Jembatan Suramadu sisi Surabaya kedapatan ngabuburit dengan aksi balap liar hingga polisi menyita 15 motor.
  • Polisi mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga dan langsung membubarkan kerumunan remaja yang diduga hendak melakukan balapan.
  • Para remaja dibawa ke Polsek Kenjeran untuk pembinaan, diminta menunjukkan surat kendaraan, serta memanggil orang tua sebelum diperbolehkan pulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Ngabuburit atau kegiatan menjelang berbuka puasa bisa dilakukan dengan berbagai hal, tetapi sekelompok remaja di sekitar Jembatan Suramadu sisi Surabaya justru ngabuburit dengan melakukan aksi balap liar. Alhasil, 15 unit kendaraan disita polisi.

Aksi tersebut terjadi depan terminal Bus Suroboyo Jalan Haji Muhammad Noer, Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Kamis (12/3/2026) sore. Balap liar dibubarkan setelah polisi mendatangi lokasi usai mendapat laporan dari masyarakat.

Sebelum dibubarkan, sekelompok remaja itu berkumpul di lokasi. Begitu, polisi datang, puluhan remaja tersebut langsung membubarkan diri dan meninggalkan lokasi.

Saat itu, anggota yang menggerebak lokasi menyita 15 unit motor beserta pengendaranya. Mereka kemudian dibawa ke Polsek Kenjeran.

"Mereka kami amankan diduga hendak balap liar di lokasi. Kami lakukan penertiban di lokasi," terang Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto.

Mereka kemudian dibawa ke Polsek Kenjeran dan dilakukan pembinaan. Ketika penggerebekan mereka belum sempat memulai kegiatan diduga balap liar di lokasi. "Hingga saat ini masih kami lakukan pembinaan.

Mereka yang bisa menunjukkan surat-surat kendaraan diperbolehkan membawa pulang kendaraannya. Bagi yang menggunakan knalpot brong atau tidak sesuai spesifikasi diminta untuk melengkapi.

"Kami panggil orang tuanya dan kami minta remaja ini meminta maaf pada orang tuanya. Setelah itu baru kami perbolehkan pulang," ujarnya

Editorial Team