Surabaya, IDN Times - Setelah pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawangsa-Emil Elistianto Dardak berkunjung ke kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, kini giliran calon gubernur nomor urut 3,Tri Rismaharini yang berkunjung pada Jumat (4/10/2024). Berbeda saat bertemu dengan Khofifah, pimpinan PWM Jatim tak ada sinyal arahkan warga Muhammadiyah pilih Risma.
Ketua PWMU Jatim, Sukadiono mengatakan, pihaknya bersinergi dengan semua pasangan calon Gubernur Jawa Timur. Hal ini agar saat salah satu di antara tiga pasangan calon terpilih, Muhammadiyah dan pemerintah provinsi bisa bersama-sama membangun Jawa Timur.
"Kita kan belum tahu ya siapa yang jadi, kita tetap membangun sinergi antara PW Muhammadiyah dan nanti Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim yang nanti menjabat," ujarnya.
Sukadiono mengatakan, dalam pertemuannya dengan Risma, mereka membahas tentang tiga pilar utama Muhammadiyah. Mulai dari masalah pendidikan, kesehatan hingga sosial.
"Itu yang saya kira harus menjadi perhatian Bu Risma di Jawa Timur, karena kalau tiga hal ini betul-betul kualitasnya bagus InsyaAllah juga akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat yang ada di Jawa Timur," kata dia.
Ditanya apakah warga Muhammadiyah diarahkan untuk memilih calon tertentu, Sukadiono menyebut, pihaknya menyerahkan ke masing-masing warga. Yang jelas secara institusional, Muhammadiyah tidak mendukung calon tertentu.
"Secara personal itu kita serahkan kepada masing-masing warga Muhammadiyah," jelasnya.
Kemudian ketika ditanya apakah ada sinyal arahan dukungan ke Risma, Sukadiono mengatakan belum tahu. Menurutnya warga Muhammadiyah bakal memilih pemimpin yang mengedepankan amar makruf nahi munkar, yakni menyuruh berbuat baik, dan melarang berbuat jahat.
"Ya kita belum tahu juga (pilih mana), warga Muhammadiyah itu arahnya amal makruf nahi munkar," pungkas dia.
Hal ini tentu berbeda, saat Khofifah-Emil berkunjung ke PWM Jatim. Saat itu, PWM Jatim mengarahkan warga Muhammadiyah untuk memilih Khofifah.
Sementara itu, Risma saat ditanya apakah kunjungannya ini untuk merebut hati warga Muhammadiyah, ia menjawab dengan bergurau. "Merebut hatimu barang (merebut hatimu juga)," ujarnya diikuti gelak tawa.
Di samping itu isi pertemuannya dengan Muhammadiyah adalah membahas soal masalah pendidikan hingga kesejahteraan masyarakat. "(Yang dibahas) ya macam-macam, ada pendidikan, kesejahteraan, kemudian anak yatim," kata dia.
Masalah pendidikan yang dibahas dalam pertemuan tersebut, salah satunya soal kesehatan mental anak-anak. Menurutnya, masalah ini tak boleh dianggap sepeleh.
"Nah anak-anak ini, mungkin saya juga enggak tahu kenapa, memang banyak yang kena (masalah mental), tapi mereka tidak tahu dan mereka tidak mengerti," ungkapnya.
Anak-anak yang mengalami masalah mental perlu penanganan khusus. Seperti memberi pendampingan dengan psikolog atau psikiater hingga perawatan khusus.
"Cuman memang harus didampingi terus-menerus gitu, supaya mereka tidak tambah itu, nah itu yang tadi sempat kita diskusikan," pungkasnya.
