Mobil Misterius di Ngawi, Diduga Terlibat Tabrak Lari

Ngawi, IDN Times - Polisi masih berusaha mengungkap asal-usul sebuah mobil misterius jenis Daihatsu Xenia berwarna hitam dengan nomor polisi AD 1352 EE. Mobil ini ditemukan terparkir di Jalan Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, oleh masyarakat setempat pada Jumat (19/07/2024).
1. Dugaan tabrak lari menguat karena ada kerusakan pada kendaraan

Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi, Iptu Parsidi, menduga bahwa mobil Daihatsu Xenia tersebut terlibat dalam kasus tabrak lari. Dugaan ini muncul setelah melihat kondisi kerusakan kendaraan.
"Kami juga menerima laporan mengenai kecelakaan yang melibatkan sepeda motor bebek dengan nomor polisi AE 6685 LO yang diduga terlibat tabrakan dengan ciri-ciri mobil Daihatsu Xenia ini yang sengaja ditinggal itu," jelas Iptu Parsidi pada Kamis (25/7/2024).
2. Korban dugaan tabrak lari adalah seorang pengendara motor

Korban pengendara sepeda motor tersebut, diketahui bernama Katiman (62), merupakan warga Dusun Kesongo, Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Kecelakaan itu sendiri diduga terjadi di Jalan Raya Ngawi-Gerih KM 18-19 dari Ngawi, tepatnya di Dusun Kayut, Desa Guyung, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi.
"Kami masih terus menyelidiki kasus ini dan akan kami sampaikan perkembangan lebih lanjut nanti ya. Kami minta pemilik mobil untuk segara menyerahkandiri jika tidak akan kami buru," pungkas IPTU Parsidi.
3. Mobil misterius ditinggal, ada topi di dalamnya

Seperti diberitakan sebelumnya, awalnya, warga setempat mengira pemilik mobil tersebut sedang menunaikan salat Jumat. Namun, ketika pemiliknya tak kunjung kembali, mereka melaporkan penemuan kendaraan tersebut ke polsek setempat pada Sabtu (20/7/2024).
Polisi yang tiba di lokasi mendapati kondisi mobil mengalami kerusakan di bagian depan kanan. Selain itu, ban depan dan belakang kanan mobil tersebut juga kempes. Di dalam mobil, petugas menemukan topi SMA Negeri Sragen, pakaian, fotokopi ijazah pelajar SMA Mranggen Demak, dan mahasiswi Universitas Semarang, serta jam tangan perempuan.



















