Biar Gak Kabur Lagi, Jadi Alasan Polisi Kasih Hadiah Pemburu Erlan

- Tim pemburu buronan Ditreskrimum Polda Jatim menawarkan hadiah Rp20 juta bagi masyarakat yang memberi informasi akurat untuk menangkap Erlan, pelaku pembunuhan ASN Bangkalan.
- Hadiah tersebut merupakan inisiatif pribadi anggota tim karena pelaku sulit ditangkap dan diduga terus berpindah tempat berkat bantuan pihak tertentu.
- Polisi mengajak publik ikut membantu lewat media sosial agar ruang gerak buronan semakin sempit dan penangkapan bisa segera dilakukan.
Surabaya, IDN Times - Tim pemburu buronan Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim) menyiapkan hadiah Rp20 juta bagi masyarakat yang memberikan informasi akurat hingga mengarah pada penangkapan buronan kasus pembunuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bangkalan, Erlan. Sayembara itu dibuat untuk mempersempit ruang gerak pelaku yang hingga kini masih berpindah-pindah lokasi.
Ketua Tim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Aipda Sigit Dwi Susanto, mengatakan hadiah tersebut merupakan inisiatif pribadi anggota tim, bukan berasal dari anggaran institusi kepolisian. "Yang penting itu kan inisiatif sudah dari awal, inisiatif dari dana pribadi. Besarnya Rp20 juta," ujarnya.
Sigit menjelaskan, keputusan membuka hadiah dilatarbelakangi sulitnya menangkap pelaku karena diduga masih mendapat bantuan dari pihak-pihak tertentu untuk berpindah tempat persembunyian.
"Jadi, pelaku semakin berpindah-pindah, akhirnya kami inisiatif. Inisiatif pribadi untuk mempersempit ruang pelaku bergerak," katanya.
Menurut dia, publik memiliki peran penting dalam membantu pengejaran. Dengan melibatkan masyarakat melalui penyebaran informasi di media sosial, ruang gerak buronan diharapkan semakin sempit.
"Jadi biar semua netizen peduli. Kita mau mempersempit ruang gerak pelaku ini. Masalahnya kan dia masih ada yang nampung, pindah masih ada yang nampung. Nah, ini kan kalau viral sekalian ruang geraknya makin sempit," tegas Sigit.
Hadiah Rp20 juta itu diumumkan melalui akun TikTok Hellboy Polisi Langit Jatanras. Dalam unggahan tersebut ditampilkan foto buronan Erlan disertai keterangan bahwa pemberi informasi valid yang mengarah pada penangkapan akan memperoleh imbalan uang tunai.
Sementara itu, Erlan merupakan buronan kasus pembunuhan RYS (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan. Korban ditemukan tewas di dalam mobil dinas Toyota Innova pelat merah di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, pada 24 Juni 2026.
Hingga kini, Tim Jatanras Polda Jatim bersama Polresta Sidoarjo masih melakukan pengejaran di sejumlah wilayah karena pelaku diduga terus berpindah-pindah untuk menghindari penangkapan. Polisi berharap informasi dari masyarakat dapat mempercepat pengungkapan kasus tersebut.



















