Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menunggu 13 Tahun, Pencari Rumput Asal Lamongan Naik Haji
Tukang pencari rumput, Paridjan dan istrinya saat berada di Embarkasi Surabaya. (Dok. Humas PPIH Embarkasi Surabaya)

Surabaya, IDN Times - Seorang tukang pencari rumput pakan ternak bernama Paridjan akhirnya bisa berangkat haji bersama istrinya Tasriyatun. Pasangan suami istri (Pasturi) asal Lamongan itu telah menunggu 13 tahun hingga bisa menuntaskan rukun Islam kelima. 

Paridjan dan istrinya mulai menabung sejak tahun 2005. Sedikit demi sedikit uang ia kumpulkan untuk bisa berangkat ke tanah suci. 

“Saya usahakan tiap bulan rutin menabung. Kalau jumlahnya tidak tentu. Bisa 50 ribu, 100 ribu, 300 ribu, sebisanya saja,” tuturnya. 

Keinginan kuatnya untuk menabung haji karena ingin mewujudkan harapan istrinya. Saat itu, istri Paridjan melihat tetangga-tetangganya sudah pergi berhaj, sehingga istrinya itu ingin juga menuntaskan rukun Islam kelima. 

“Tetangga-tetangga saya banyak yang sudah berhaji. Suatu hari istri saya bilang kalau dia ingin kami bisa naik haji seperti tetangga,"

Sebagai seorang pencari rumput, ketika itu dirinya sempat pesimis. Namun, Paridjan berusaha semangat untuk bisa mewujudkan impian istrinya itu. 

"Saya ini cuma tukang ngarit, upahnya kecil. Istripun cuma ibu rumah tangga biasa, Mana bisa berangkat haji. Haji kan panggilan nggih. Yang uangnya miliaran belum tentu bisa berangkat kalau Allah tidak menghendaki,” tutur dia. 

Dengan ketekunan, kesabaran, dan tak putus berdoa, Paridjan pun bekerja sungguh-sungguh. Meski upah yang diberikan juragannya tidak terlalu besar sekitar Rp1,8 juta tiap bulan, dia pun berusaha mencari sampingan sebagai tukang jagal hewan.

”Alhamdulillah hasil dari tukang jagal bisa digunakan untuk menambah sedikit-sedikit tabungan haji,” kenangnya.

Setelah menabung kurang lebih 6 tahun lamanya, Paridjan dan istrinya akhirnya bisa mendaftar haji pada 2011. Kini pada 2024, pasangan ini mampu mewujudkan impiannya untuk pergi ke tanah suci setelah menunggu selama 13 tahun. Mereka tergabung dengan kloter 7 dari Lamongan. 

Editorial Team

Related Article