Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Material Proyek Celakai Pemotor, Pemkot Surabaya: Proyek RSUD Dr Soetomo
Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Pemotor terpeleset akibat guguran lumpur dari truk dekat RSUD dr Soetomo pada 19 Agustus 2026, mengalami luka di kepala, syok, dan menjalani perawatan rumah sakit.
  • Pemkot Surabaya menyatakan truk berlogo DSDABM bukan kendaraan mereka, melainkan milik proyek RSUD dr Soetomo Pemprov Jatim; identifikasinya pelat kuning W, bukan pelat merah L.
  • Pemilik proyek mengakui kesalahan, meminta maaf, dan siap bertanggung jawab atas korban. DSDABM telah memberi peringatan agar logo mereka tidak dipakai lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Material truk bertuliskan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSBABM) Kota Surabaya mencelakai pemotor hingga masuk rumah sakit. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyebut bahwa itu merupakan proyek RSUD dr Soetomo milik Pemerintah Provinsi.

Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah mengatakan, pihaknya menerima laporan pemotor kecelakaan ini pada 19 Agustus 2026. Pemotor tersebut terpeleset di jalanan dekat RSUD dr Soetomo karena adanya guguran lumpur dari bak truk proyek bertuliskan DSDABM Kota Surabaya.

Pihaknya kemudian melakukan penelusuran laporan tersebut dari hotline Lapor Cak. Hasil penelusuran, itu merupakan kendaraan dari proyek RSUD Dr Soetomo tetapi menggunakan logo DSDABM.

"Seperti kendaraan kita, tapi bukan, karena pelat kuning dengan W, pelatnya W. Kalau kita kan L pelat merah, ya. Lah, baknya kebuka. Waktu dia keluar baknya kebuka. Baknya kebuka terus ada orang, jatuh ke jalan," ujarnya ditemui di Balai Kota Surabaya, Senin (24/8/2026).

Hidayat menyebut, atas peristiwa itu korban mengalami luka pada bagian kepala. Hal ini membuat korban sampai dirawat di rumah sakit.

"Sepertinya (korban) cuman kaget, syok. Tapi kena kena luka atau belakang kepalanya ya," ungkap dia.

Pihaknya kemudian memanggil pemilik proyek, mereka mengaku salah dan siap bertanggung jawab. "Lah ya itu katanya kemarin itu (pakai logi DSDABM) supaya untuk mempercepat lalu lintasnya, jadi dia sudah minta maaf," ungkap dia.

Di samping itu, pihaknya juga telah menegur pemilik proyek agar tidak melalukan hal yang sama. Selain itu, ia berharap proyek yang bukan milik Pemkot Surabaya agar tidak menggunakan logo DSDABM.

"Ya sanksinya ya mereka tidak boleh mengulangi lagi, kita sudah peringati. Terus yang kedua juga mereka juga jangan sampai pakai pakai nama-nama kita, nama-nama DSDABM Pemkot Surabaya, ya. Terus yang ketiga dia harus tanggung jawab dengan pasien," pungkas dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article