ilustrasi minyak (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Salah satu pedagang kebutuhan pokok yang IDN Times temui adalah Dalifah, yang merupakan pedang Pasar Wonokromo. Ia mengatakan bahwa ia baru kemarin, Selasa (1/3/2022) sales minyak goreng kemasan mengirimkannya 10 dus minyak setelah beberapa hari tak mengirim.
"Sejak langka, ini baru pertama kali (dikirim minyak), salesnya gak bilang datang lagi kapan," tuturnya.
Minyak goreng kemasan dua literan ia dapat dengan harga Rp26 ribu, lalu ia jual dengan harga Rp30 ribu. Ia mengaku, minyak goreng tersebut ludes dibeli pelanggannya. Satu hari bisa terjual hingga 5 dus minyak goreng. "Sehari habis cepet," kata Dalifah.
Sejak minyak goreng langka, ia tak lagi menjual minyak curah. Karena pedagang minyak curah tak lagi mengirim daganggan. Sementara minyak curah yang dikirim pabrik dengan harga Rp11.700 tak ia jual, melainkan untuk produksi bawang goreng.
"Dari penjual dulu itu kan minyaknya langsung dibungkus kiloan, kalau yang antre ada Kementrian kemarin itu saya ambil 5 jerigen, tapi untuk produksi bawang sendiri, karena males mengemasinya," jelasnya.
Keberadaan minyak juga dirasakan Rohmawati yang juga merupakan pedagang Pasar Wonokoromo. Ia mengaku beberapa hari terakhir, minyak sudah mulai ada di tokonya. Sales minyak goreng kemasan juga sudah mulai rutin datang.
"Sudah gak langka, sudah stabil, sekitar satu mingguan ini minyak sudah ada," ungkanya.