Magetan, IDN Times – Aksi pencurian di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kian meresahkan. Setelah kasus pembobolan counter handphone di Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, yang menyebabkan 70 unit ponsel, laptop, dan uang tunai Rp20 jutaan raib, kini giliran sebuah mobil pick-up milik warga Sambito Desa Krajan, Kecamatan Parang, yang menjadi sasaran maling, pada Senin (13/1/2025) dini hari.
Marak Pencurian di Magetan, Mobil Pikap di Depan Rumah Raib

1. Diduga maling beraksi saat hujan gerimis dan listrik padam
Muhammad Makruf (33) menceritakan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh pamannya, Muclis (55), sang pemilik mobil. Pagi itu sekitar pukul 03.30 WIB, Muclis bersiap berangkat ke pasar untuk berjualan sayur. Namun, betapa terkejutnya ia saat mendapati mobil pick-up Suzuki Carry berwarna hitam dengan nomor polisi AE 8795 NS sudah tidak berada di depan rumah.
"Seperti biasanya, paman saya mau ke pasar sekitar jam setengah empat pagi. Tapi pas keluar rumah, mobilnya sudah tidak ada," ujar Makruf.
Makruf menduga pencurian terjadi selepas tengah malam. Pasalnya, anaknya yang pulang sekitar pukul 00.00 WIB masih melihat mobil terparkir di depan rumah. Kondisi hujan gerimis dan listrik padam diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.
"Berdasarkan pantauan CCTV, mobil mengarah ke utara, ke arah Kota Magetan. Kami menduga pelaku beraksi setelah tengah malam," jelasnya.
2. Pemilik kumpulkan rekaman CCTV
Peristiwa ini langsung dilaporkan ke Polsek Parang dan Polres Magetan pada pagi harinya. Makruf berharap kendaraan milik pamannya bisa segera ditemukan. Mobil tersebut merupakan satu-satunya alat mencari nafkah dengan berjualan sayur di pasar.
"Kalau dijual, harganya sekitar Rp68 hingga Rp70 juta. Itu satu-satunya kendaraan untuk usaha paman saya. Semoga polisi bisa segera menemukannya," harap Makruf.
Untuk membantu penyelidikan, keluarga korban aktif mengumpulkan rekaman CCTV dari berbagai titik di sekitar lokasi kejadian.
3. Polisi tengah lakukan penyelidikan
Kapolsek Parang, AKP Sukarno, membenarkan laporan dugaan pencurian tersebut. Pihaknya telah mengerahkan petugas untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti, termasuk rekaman CCTV.
"Petugas kami sedang menyelidiki kasus ini. Kami juga terus mengumpulkan bukti-bukti dari CCTV. Mohon doanya agar kasus ini cepat terungkap," ujar AKP Sukarno.
Akibat pencurian ini, korban mengalami kerugian hingga Rp70 juta. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan meningkatkan keamanan di lingkungan sekitar.