Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mahfud MD: Demo Tak Boleh Direpresi, Tugas Polisi Hanya Mengamankan
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Dok. Istimewa.
  • Mahfud MD menegaskan demonstrasi merupakan hak mahasiswa yang tidak boleh direpresi, dengan kebebasan berpendapat tetap perlu berjalan seimbang bersama ketertiban umum.

  • Kepolisian dinilai wajib mengamankan aksi untuk mencegah demonstrasi berubah anarkis dan menimbulkan dampak merugikan bagi masyarakat.

  • Mahfud meminta demonstran dan polisi saling menghormati serta bekerja sama agar aspirasi tersampaikan dengan aman, meski gesekan di lapangan dapat terjadi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (29/10/2026)

Mahfud MD di Universitas Airlangga Surabaya menegaskan demonstrasi adalah hak mahasiswa yang tidak boleh direpresi. Ia mengatakan polisi wajib menjaga keamanan, sementara demonstran dan aparat perlu saling menghormati agar aksi tetap tertib.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Mahfud MD menegaskan demonstrasi mahasiswa adalah hak yang tidak boleh direpresi, sementara polisi wajib menjaga keamanan agar aksi tidak berujung anarkis dan merugikan masyarakat.
  • Who?
    Mantan Menko Polhukam Mahfud MD, mahasiswa atau demonstran, serta aparat kepolisian terlibat dalam pernyataan mengenai pelaksanaan dan pengamanan demonstrasi.
  • Where?
    Pernyataan Mahfud MD disampaikan di Universitas Airlangga, Surabaya.
  • When?
    Mahfud MD menyampaikan pernyataan itu pada Kamis, 29 Oktober 2026.
  • Why?
    Pengamanan diperlukan untuk mencegah demonstrasi menjadi anarkis karena dampaknya dapat merugikan warga masyarakat, selain peserta aksi.
  • How?
    Mahfud meminta demonstran menyampaikan aspirasi dengan menghormati polisi, sedangkan polisi menjalankan pengamanan secara baik dan tertib meski dapat terjadi gesekan di lapangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mahfud MD bilang mahasiswa boleh demo untuk menyampaikan pendapat. Mereka tidak boleh ditekan. Tapi polisi juga harus menjaga supaya demo aman dan tidak jadi rusuh. Mahfud ingin pendemo dan polisi saling menghormati dan bekerja sama. Kalau demo rusuh, orang-orang lain bisa ikut susah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pernyataan Mahfud MD menempatkan demonstrasi sebagai ruang sah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, sambil menegaskan pentingnya perlindungan bagi masyarakat luas. Penekanan pada saling menghormati dan kerja sama antara demonstran serta polisi membuka peluang agar kebebasan berpendapat dapat berlangsung tertib, dengan pengamanan yang menjalankan fungsinya secara proporsional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan demonstrasi merupakan hak mahasiswa yang tidak boleh direpresi. Di sisi lain, kepolisian tetap wajib menjaga keamanan agar aksi tidak berujung anarkis dan merugikan masyarakat.

Mahfud menekankan pentingnya keseimbangan antara kebebasan menyampaikan pendapat dan kewajiban menjaga ketertiban umum. Ia juga meminta demonstran dan aparat kepolisian saling menghormati ketika menjalankan peran masing-masing di lapangan.

“Demo itu hak mahasiswa. Enggak boleh direpresi,” ujarnya saat di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis (29/10/2026). Pernyataan tersebut disampaikan Mahfud saat menanggapi pertanyaan mengenai aksi mahasiswa yang mendapat pengamanan kepolisian.

Menurutnya, pengamanan oleh aparat tetap diperlukan untuk mencegah situasi yang berpotensi merugikan masyarakat. Sebab, ketika demonstrasi berujung anarkis, dampaknya tidak hanya dirasakan peserta aksi, tetapi juga warga lain.

“Tapi polisi menjaga keamanan juga itu kewajiban. Karena kita juga tidak ingin kalau demo lalu anarkis, kan rakyat yang susah,” katanya.

Mahfud pun mendorong demonstran dan polisi bekerja sama agar penyampaian aspirasi tetap berlangsung tanpa mengabaikan aspek keamanan. Demonstran, kata dia, berhak menyampaikan pendapat, sedangkan polisi perlu menjalankan tugas pengamanan secara baik.

“Polisi dan pendemo itu bekerja sama. Anda boleh demo, nyatakan apa pun, tapi polisi harus dihormati menjaga keamanan,” katanya.

Mahfud juga menyinggung kemungkinan terjadinya gesekan di lapangan. Menurutnya, situasi yang tidak diinginkan bisa saja terjadi ketika demonstrasi berlangsung. Namun, ia tetap menekankan pentingnya pengamanan yang baik dan tertib.

“Biasa saja terjadi sentuhan-sentuhan yang tidak diinginkan, enggak apa-apa. Silakan demo, lalu polisi silakan jaga dengan baik,” pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article