Massa aksi dan pimpinan DPRD Jawa TImur menandatangani dokumen tuntutan aksi (IDN Times/Thoriq Achmad D A)
Selain itu, massa yang terdiri dari mahasiswa beberapa perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi muhammadiyah di Jawa Timur tersebut juga mengangkat beberapa isu yang terjadi di provinsi.
Salah satunya yaitu tragedi peluru nyasar oleh TNI AL yang mengenai seorang siswa SMP 33 Gresik, Bukit Bambe. Insiden yang menyebabkan DFH (14) terluka karena peluru nyasar latihan tembak prajurit TNI AL Korp Marinir itu terjadi pada 17 Desember 2025 lalu.
Perwakilan dari massa aksi juga turut menyayangkan adanya intimidasi terhadap keluarga korban peluru nyasar di Gresik tersebut.
Setelah melalui beberapa orasi, massa juga meminta agar pimpinan DRPD Provinsi Jawa Timur untuk keluar dan menemui massa aksi. Aksi juga sempat diwarnai kericuhan karena massa aksi merasa permintaannya merasa tidak digubris oleh polisi.
Sekitar pukul 16.00, beberapa pimpinan polisi yang turut menjaga kondusifitas aksi kemudian menemui massa aksi. Perwakilan polisi dari Polrestabes Surabaya kemudian tampak menelepon pihak DPRD.
Salah satu pimpinan DPRD Provinsi Jawa Timur, Adam Rusydi, yang menjabat sebagai Ketua Komisi C, kemudian tampak keluar ke jalan dengan pengawalan aparat dan menemui massa aksi. Massa aksi pun berkumpul dan menyampaikan 25 tuntutan aksi terkait beberapa kasus kekerasan oleh anggota TNI hingga yang menyebabkan korban jiwa. Salah satu tuntutan yang disampaikan yaitu mendorong pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk membantu pengusutan beberapa kasus tersebut.
Setelah penyampaian tuntutan aksi, Adam kemudian menanggapi tuntutan tersebut dan menyampaikan pesan agar jangan sampai ada warga di Provinsi Jawa Timur yang terluka karena kesewenang-wenangan. Adam menyebutkan bahwa DPRD Provinsi Jawa TImur akan segera membantu pengusutan beberapa kasus yang telah disebutkan oleh massa aksi. Ia juga menyampaikan bahwa kasus-kasus yang terjadi di Jawa Timur akan segera disampaikan ke Komisi III DPRD RI.
“Kami bersama pemerintah Provinsi Jawa Timur akan secara transparan mengawal kasus yang ada di Gresik,” ujar Adam kepada massa aksi.
Setelah memberikan tanggapan terhadap tuntutan massa aksi, Adam kemudian menandatangani dokumen tuntutan dari Aliansi BEM Nusantara sebagai bentuk kesepakatan dan komitmen untuk mengawal kasus-kasus tersebut hingga tuntas.