Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kini Ada 85 RS Rujukan COVID-19 di Jatim, Tersedia 2.499 Ruang Isolasi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (dua dari kanan) saat konferensi pers update persebaran COVID-19, Rabu (8/4). IDN Times/Dok. Istimewa

Surabaya, IDN Times - Jumlah pasien COVID-19 di Jawa Timur semakin hari semakin bertambah. Namun, hal ini diimbangi dengan terus bertambahnya rumah sakit rujukan yang bisa menangani pasien COVID-19. Saat ini, telah ada 85 rumah sakit rujukan di Jatim.

1. Total RS rujukan COVID-19 di Jatim ada 85

Ilustrasi APD (IDN Times/Candra Irawan)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, ada 10 rumah sakit tambahan yang mengajukan diri untuk menjadi rumah sakit rujukan penanganan COVID-19. Dengan 10 RS tambahan tersebut, kini terdapat 85 RS rujukan COVID-19 yang tersebar di Jatim.

“Per hari ini ada tambahan 10 rumah sakit rujukan. Jadi sekarang totalnya di Jatim ada 85 rumah sakit rujukan. Dari 85 rumah sakit rujukan ini, per hari ini ada 2.499 total ruang isolasi dan ruang observasi di rumah sakit,” ujar Khofifah melalui siaran pers Humas Pemprov Jatim, Jumat (10/4).

2. 13.957 ranjang disiapkan untuk pasien COVID-19

Ilustrasi isolasi mandiri. Pexels.com/cottonbro

Dari 2.499 ruang isolasi rumah sakit tersebut, 61 ruang isolasi merupakan ruang bertekanan negatif dengan ventilator. Sementara 256 ruang isolasi tekanan negatif tanpa ventilator, 533 ruang isolasi tanpa tekanan negatif, 699 ruang pengembangan ruang isolasi tekanan negatif, serta 950 ruang observasi.

“Dengan begitu total bed kita, baik yang isolasi maupun nonisolasi di 85 rumah sakit rujukan, kita ada sebanyak 13.957 beds,” imbuhnya.

3. Jumlah tenaga medis bertambah

Ilustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Dengan bertambahnya rumah sakit rujukan maka jumlah tenaga medis pun bertambah. Khofifah menyebut ada 1.275 orang dokter umum, 191 dokter spesialis paru, 372 dokter penyakit dalam, 227 orang dokter anastesi dan 1.862 total relawan mahasiswa tenaga kesehatan siap melayani pasien COVID-19. Mereka juga dibantu oleh 19.400 orang perawat. Sumber daya manusia ini diharap mampu memberikan pelayanan terbaik demi kesembuhan pasien COVID-19.

“Ketersediaan layanan rumah sakit rujukan akan menambah kekuatan kita dalam melawan covid-19. Saya tetap berharap badai COVID-19 ini bisa segera berakhir dan masyarakat kembali hidup sehat dan aman,” ungkapnya.

4. Ada 223 kasus positif COVID-19 di Jatim

Rumah dinas Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dijadikan Posko COVID-19. IDN Times/Dok. Istimewa

Sementara itu, per Kamis (9/4), telah ada 223 kasus positif COVID-19, 1.260 kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), serta 13.006 Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Jatim. Dari total kasus positif tersebut, 57 orang pasien yang dinyatakan sembuh atau setara dengan 25,56 persen. Sedangkan untuk kasus positif yang meninggal dunia di Jawa Timur ada sebanyak 17 orang atau setara dengan 7,62 persen.

“Maka tidak henti-hentinya kami mengingatkan agar masyarakat tetap mengikuti anjuran pemerintah, tetap tinggal di rumah dan keluar rumah hanya untuk kepentingan urgen, olah raga yang cukup dan jaga jarak aman serta pola hidup bersih dan sehat jika terpaksa ke luar rumah usahakan pakai masker," pungkas Khofifah.

Editorial Team

Related Article