Kepala Sekolah SMPN 2 Kota Batu, Ida Misaroh. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Ida mengungkapkan bahwa para pelaku perundungan memang dikenal sebagai siswa nakal di sekolah. Mereka sering bolos dan mengganggu siswa lain yang sedang belajar dengan serius. Selain itu, mereka juga terlibat dalam kekerasan terhadap siswa lainnya, sehingga sering kali berurusan dengan Guru BK (Bimbingan Konseling).
"Para pelaku ini sering melakukan perilaku nakal, bahkan ada yang pernah diusir dari rumah. Mereka sering melakukan tindakan kekerasan, seperti memukul teman-temannya, mengganggu, dan sebagainya. Namun, saat berada di sekolah, mereka terlihat seperti anak yang baik. Namun, setelah pulang dari sekolah, perilaku mereka kembali kepada keluarga," terangnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (1/6/2024).
Ida juga mendapatkan informasi bahwa perilaku nakal para pelaku perundungan ini disebabkan oleh hubungan yang tidak harmonis antara orang tua mereka. Mereka sering menyaksikan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di rumah, yang menyebabkan perilaku agresif pada mereka.
"Kami mendapat informasi dari tetangga bahwa perilaku keras para pelaku ini disebabkan oleh seringnya mereka menyaksikan kekerasan ayah terhadap ibu di rumah. Oleh karena itu, kami sangat menekankan pentingnya pendidikan dari rumah, karena anak-anak tersebut sudah merasakan stres melihat ibu mereka dipukul oleh ayah mereka," jelasnya.
"Kami sudah berusaha melakukan banyak kegiatan di sekolah yang bertujuan mendidik karakter anak-anak. Namun, setelah mereka pulang dari sekolah, kami tidak tahu apa yang mereka lakukan," tambahnya.