Kembali Boyong Piala Tingkat Dunia, Risma Enggan Jumawa

Surabaya, IDN Times - Meraih kembali salah satu penghargaan tingkat Internasional menjadi tantangan tersendiri bagi Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Ia menuturkan bahwa dirinya terus berusaha untuk menahan diri agar tidak terlalu membangga-banggakan prestasi tersebut.
1. Berusaha untuk tidak tinggi hati

Hal ini disampaikan oleh Risma saat menggelar jumpa pers di ruang kerjanya, Senin (10/12). Risma mengharapkan prestasi terbaru yaitu Online Popular City Guangzhou Award 2018 tidak membuat ia dan jajarannya menjadi tinggi hati.
"Gak boleh berlebihan lah, takut riya'. Jadi harus ditekan. Kalau pulang gitu nekan lagi. Supaya nanti mau belajar lagi. Kerja keras lagi. Supaya gak gampang puas," ungkapnya.
2. Satu-satunya wakil Asia Tenggara

Namun kebanggaan sebenarnya wajar dimiliki olehnya. Pasalnya, dari 560 kota yang menjadi peserta Guangzhou Award, Surabaya berhasil menjadi 1 di antara 15 finalis yang dibagi dalam 4 kategori. Bahkan, Surabaya merupakan satu-satunya wakil dari Asia Tenggara.
"Ada dari New York, Milan, Spanyol, dari mana lagi ya? Pokoknya hampir 80 persen itu dari Eropa," jelas Risma.
3. Surabaya tonjolkan 3 R oleh masyarakat

Surabaya pun berhasil menjadi finalis dalam kategori partisipasi masyarakat. Dalam kategori ini, Risma menekankan bagaimana masyarakat berpartisipasi aktif dalam pengolahan sampah.
"Surabaya ambil 3 R, reduce, reuse, recycle. Guadelajara itu kayak Musrembang. Jadi nyusun perencanaan bareng-bareng. Kalau Surabaya kan sebenarnya sudah pernah kita lakukan," ungkap Risma.
4. Akan beradu di kompetisi global berikutnya

Tak hanya puas di situ, Surabaya kini akan kembali beradu dalam kompetisi tingkat dunia lain yang diadakan oleh Unesco dalam bidang desain kota.
"Kita lagi apply itu. Kita kan desain pedestrian, desain taman. Kemarin aku waktu di Korea Utara ketemu salah satu orang Unesco, dia profesor. Dia ngajak coba kamu masukkan aku lihat gambar-gambarmu," terang Risma.



















