Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemarau Mencekik Petani Magetan, Irigasi Rusak, Anggaran Dipangkas
Dampak kemarau sejumlah sawah mengering dan pohon pohon meranggas. IDN Times/Riyanto.
  • Kemarau panjang dan saluran irigasi bocor di Magetan membuat waktu pemompaan sawah naik dari dua menjadi empat jam, sehingga biaya petani meningkat dari sekitar Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu per pemompaan.
  • Petani di Desa Pragak dan Mategal mengeluhkan saluran irigasi yang rusak serta belum diperbaiki bertahun-tahun, sementara beban biaya air saat kemarau terus menekan keuntungan mereka.
  • Anggaran SDA DPUPR Magetan 2026 turun lebih dari 50 persen menjadi sekitar Rp7 miliar; perbaikan diprioritaskan, dengan dukungan pusat untuk rehabilitasi dam, sumur, dan jaringan irigasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Magetan, IDN TimesKemarau panjang membuat petani di Kabupaten Magetan harus merogoh kocek lebih dalam untuk mengairi sawah. Sejumlah saluran irigasi yang bocor dan rusak membuat air terbuang dan waktu pemompaan menjadi lebih lama. Ironisnya, saat kebutuhan air meningkat, anggaran bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Magetan justru dipangkas lebih dari 50 persen.

1. Irigasi bocor, biaya pompa membengkak

Petani andalkan sumur pompa dalam untuk pengairan sawah. IDN Times/Riyanto.

Taman, petani asal Desa Pragak, Kecamatan Parang, mengatakan kebocoran saluran membuat waktu pemompaan meningkat dari biasanya dua jam menjadi empat jam. “Biaya air mahal mas, biasanya 2 jam selesai ini hingga 4 jam. Banyak air terbuang karena saluran bocor. Per jam biaya pompa Rp40 ribu, kalikan saja,” ungkap Taman, Kamis (3/9/2026).

Dengan tarif tersebut, biaya pompa naik dari sekitar Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu sekali pemompaan. “Kalau airnya lancar dua jam sudah selesai. Sekarang harus sampai empat jam. Jadi biaya jelas bertambah,” lanjutnya.

2. Petani keluhkan saluran bertahun-tahun tak diperbaiki

Debit air pompa mengecil akibat saluran bocor dan rusak. IDN Times/Riyanto.

Harjo, petani asal Desa Mategal, mengatakan saluran irigasi di wilayahnya belum mendapat anggaran perbaikan selama bertahun-tahun. “Ini belum dapat anggaran perbaikan bertahun-tahun malah dipangkas. Petani setiap kemarau menanggung biaya tinggi, gimana mau untung, sulitkan,” keluhnya.

Ia berharap saluran segera diperbaiki agar air lebih lancar dan petani tidak terus terbebani biaya pompa.

3. Anggaran SDA turun jadi Rp7 miliar

Debit air pompa mengecil akibat saluran bocor dan rusak. IDN Times/Riyanto.

Kepala DPUPR Magetan Muhtar Wakid mengatakan anggaran bidang SDA 2026 tersisa sekitar Rp7 miliar. Sebelumnya, anggaran berada di kisaran Rp15–20 miliar. “Secara umum efisiensi di dinas kita 50 persen lebih ya, untuk bidang SDA sendiri saat ini anggarannya tersisa sekitar Rp7 miliar saja. Biasanya itu dua kali lipatnya, sekitar Rp15 miliar sampai Rp20 miliar,” jelas Muhtar.

Karena terbatas, perbaikan dilakukan berdasarkan skala prioritas. Tambahan melalui P-APBD juga sedikit karena lebih diprioritaskan untuk perbaikan jalan.

“Memang di P-APBD penambahannya sangat sedikit ya, karena diprioritaskan untuk perbaikan jalan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait jalan rusak,” katanya.

Muchtar mengaku masih mendapat dukungan pusat melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2025, antara lain rehabilitasi D.I. Dam Jejeruk sekitar Rp38 miliar serta pembangunan sumur dan perbaikan jaringan irigasi sekitar Rp13,9 miliar.

DPUPR juga mengoptimalkan lima UPTD serta HIPPA dan GHIPPA untuk menangani kebocoran dan kerusakan saluran.

“Ada lima UPTD yang kita optimalkan. Selain itu HIPPA dan GHIPPA kita hidupkan untuk mengantisipasi misal ada kebocoran, ada kerusakan saluran, atau pembersihan saluran. Nanti kita siapkan stimulan material, bisa pasir, semen, supaya menghidupkan gotong royong masyarakat kembali,” pungkas Muhtar.

Bagi petani, perbaikan irigasi menjadi semakin mendesak di tengah kemarau. Saluran yang bocor berarti air terbuang, pompa bekerja lebih lama, dan ongkos produksi semakin berat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article

Seompreng MBG, 592 Pasien02 Sep 2026, 22:44 WIB