Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kekeringan Jatim, 3 Daerah di Madura Jadi Atensi
Ilustrasi kekeringan. (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Sebanyak 24 kabupaten/kota di Jawa Timur menetapkan status siaga atau tanggap darurat kekeringan, dengan kondisi yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.
  • Bangkalan, Sumenep, dan Pamekasan menjadi perhatian utama BPBD Jatim karena mencatat dampak kekeringan terbesar terhadap masyarakat dan wilayah.
  • Penanganan mencakup distribusi 5.410 rit air bersih, penyediaan sekitar 1.400 tandon, serta perlengkapan seperti tandon lipat dan terpal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
kini

Sebanyak 24 kabupaten/kota di Jawa Timur menetapkan status siaga darurat atau tanggap darurat kekeringan. Bangkalan, Sumenep, dan Pamekasan menjadi wilayah dengan dampak terbesar; 20 kabupaten telah menyalurkan air bersih. BPBD Jatim telah menggelontorkan 5.410 rit air bersih dan menyiapkan sekitar 1.400 tandon.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kekeringan di Jawa Timur mendorong 24 kabupaten/kota menetapkan status siaga darurat atau tanggap darurat, dengan Bangkalan, Sumenep, dan Pamekasan mengalami dampak terbesar.
  • Who?
    BPBD Jawa Timur, pemerintah kabupaten terdampak, serta masyarakat di Bangkalan, Sumenep, Pamekasan, dan daerah lain yang membutuhkan pasokan air bersih.
  • Where?
    Di 24 kabupaten/kota di Jawa Timur, terutama Bangkalan, Sumenep, dan Pamekasan di Pulau Madura.
  • When?
    Hingga saat ini, kekeringan masih terjadi dan status siaga maupun tanggap darurat telah ditetapkan di 24 kabupaten/kota.
  • Why?
    Kekeringan menyebabkan kebutuhan air bersih meningkat di sejumlah wilayah, terutama di Bangkalan, Sumenep, dan Pamekasan yang memiliki jumlah warga serta area terdampak besar.
  • How?
    BPBD dan pemerintah daerah menyalurkan 5.410 rit air bersih, menyiapkan sekitar 1.400 tandon, serta menyediakan tandon lipat dan terpal untuk mendukung distribusi air.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Jawa Timur, banyak tempat kekurangan air karena kemarau. Ada 24 kabupaten dan kota yang siaga. Bangkalan, Sumenep, dan Pamekasan di Madura paling terdampak. BPBD Jawa Timur dan 20 kabupaten sudah mengirim air bersih. Mereka juga menyiapkan 1.400 tandon air, tandon lipat, dan terpal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah luasnya dampak kekeringan, penanganan menunjukkan koordinasi yang berjalan antara pemerintah daerah dan BPBD Jatim. Penyaluran air bersih telah dilakukan di 20 kabupaten, sementara perhatian khusus diberikan kepada Bangkalan, Sumenep, dan Pamekasan melalui ribuan rit air serta penyediaan tandon dan perlengkapan pendukung kebutuhan warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Kekeringan di Jawa Timur (Jatim) terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hingga kini, sebanyak 24 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga darurat maupun tanggap darurat kekeringan. Dari jumlah tersebut, Bangkalan, Sumenep, dan Pamekasan menjadi wilayah dengan dampak paling besar dan mendapat perhatian khusus.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto mengatakan, kondisi kekeringan masih terjadi di sejumlah daerah dan penanganan terus dilakukan, terutama di wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih dalam jumlah besar.

“Untuk kekeringan, hingga hari ini masih sama jumlah yang mengusulkan dan mengeluarkan status, baik itu siaga darurat maupun tanggap darurat, sebanyak 24 kabupaten/kota,” ujarnya.

Dari 24 daerah tersebut, sebanyak 20 kabupaten telah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak. Namun, BPBD Jatim mencatat ada tiga wilayah yang menjadi perhatian utama karena jumlah masyarakat dan wilayah terdampaknya cukup besar, yakni Bangkalan, Sumenep, dan Pamekasan. “Dari 24 tersebut, yang sudah mengeluarkan dan sudah menyalurkan air bersih itu 20 kabupaten. Dari jumlah tersebut yang menjadi perhatian dan yang terdampak terbanyak wilayah Bangkalan dan Sumenep serta Pamekasan,” bebernya.

Besarnya dampak kekeringan membuat penanganan tidak hanya mengandalkan distribusi air dari masing-masing daerah. Pemprov Jatim melalui BPBD juga telah mengerahkan bantuan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi.

Hingga saat ini, bantuan yang telah digelontorkan mencapai 5.410 rit air bersih. Selain itu, sekitar 1.400 tandon telah disiapkan untuk menampung dan memudahkan distribusi air kepada masyarakat.

BPBD Jatim juga menyiapkan sejumlah perlengkapan pendukung lainnya, termasuk tandon lipat dan terpal, untuk memperkuat penanganan di daerah yang mengalami krisis air akibat kekeringan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article