Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kebutuhan Kursi Roda untuk CJH Embarkasi Surabaya Mulai Meningkat

Kebutuhan Kursi Roda untuk CJH Embarkasi Surabaya Mulai Meningkat
Jemaah haji Embarkasi Surabaya menggunakan kursi roda. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya Sih
  • Kebutuhan kursi roda bagi calon jemaah haji Embarkasi Surabaya meningkat signifikan sejak kedatangan kloter 26 dari Tuban hingga kloter terakhir asal Surabaya.
  • Biasanya hanya dibutuhkan 10–11 kursi roda per hari, kini jumlahnya melonjak menjadi sekitar 15–20 unit untuk melayani jemaah, terutama lansia.
  • PPIH Embarkasi Surabaya tengah menganalisis penyebab peningkatan ini bersama pihak kesehatan, namun memastikan seluruh pengguna kursi roda masih mampu berdiri dan beraktivitas ringan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Kebutuhan kursi roda untuk calon jemaah haji (CJH) Embarkasi Surabaya mulai mengalami peningkatan. Mayoritas kursi roda diperuntukkan untuk jemaah lansia.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, As'adul Anam mengatakan, kebutuhan kursi roda mulai meningkat sejak kloter 26 atau calon jemaah haji dari Tuban tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Kebutuhan Kursi roda terus meningkat hingga kloter 50 asal Surabaya tiba.

"Jadi semenjak dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, kemudian Surabaya (tiba di Asrama Haji). Ini Lonjakan kursi roda cukup banyak," ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Biasanya kebutuhan Kursi roda dalam sehari adalah 10-11 unit, terapi kini bisa mencapai 15-20 unit. PPIH Embarkasi Surabaya pun melakukan analisis apa penyebab peningkatan kebutuhan kursi roda ini.

"Apakah ada faktor penyakit yang kemudian menyebabkan beberapa jemaah itu sudah pakai kursi roda atau seperti apa kita akan mengkategorikan dengan pihak kesehatan nanti," kata dia.

Meski demikian, pihaknya memastikan semua calon jemaah yang menggunakan kursi roda masih bisa berdiri. Mereka menggunakan kursi roda karena kondisi fisiknya tidak baik.

"Nah, itu menunjukkan bahwa jemaah yang masih bisa berdiri ini minimal mereka ke kamar kecil dan sebagainya masih bisa dilakukan tidak merepotkan yang mendampingi seperti itu," pungkas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More